IMF: Harga Energi dan Pupuk Global Akan Tetap Tinggi

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
IMF: Harga Energi dan Pupuk Global Akan Tetap Tinggi

Share this article

Gotrade News - Tiga lembaga internasional terkemuka memperingatkan dunia soal tekanan energi yang belum mereda. IMF, Badan Energi Internasional (IEA), dan Bank Dunia secara bersama menyatakan bahwa harga energi dan pupuk akan tetap tinggi dalam jangka panjang.

Pernyataan bersama itu muncul di tengah dampak berkepanjangan konflik di Timur Tengah terhadap rantai pasokan global. Bahkan jika lalu lintas melalui Selat Hormuz kembali normal, ketiga lembaga ini memperkirakan harga tidak akan turun secara signifikan dalam waktu dekat.


Key Takeaways:

  • IMF, IEA, dan Bank Dunia memperingatkan harga energi dan pupuk akan tetap tinggi meski ketegangan di Hormuz mereda.
  • Negara-negara berpenghasilan rendah yang mengimpor energi menanggung beban paling berat dari krisis ini.
  • Kelompok G-24 mendesak IMF agar lebih proaktif dan fleksibel dalam merespons guncangan ekonomi akibat kenaikan biaya energi.

IMF, IEA, dan Bank Dunia: Tekanan Harga Energi Belum Usai

Dilansir BeritaSatu, ketiga lembaga itu menekankan bahwa kerusakan rantai pasokan global adalah akar persoalan yang lebih dalam. Pemulihan distribusi komoditas yang lambat membuat harga minyak, gas, dan pupuk sulit turun dalam waktu singkat.

Dampaknya paling terasa bagi negara-negara berpenghasilan rendah yang bergantung pada impor energi. Kenaikan biaya energi dan pupuk memperburuk kerawanan pangan sekaligus mengancam lapangan kerja di berbagai sektor.

Selain itu, gangguan pasokan dikhawatirkan merambat ke banyak sektor lain secara bersamaan. IMF, IEA, dan Bank Dunia memperingatkan potensi melemahnya aktivitas ekonomi, penurunan pariwisata, dan lonjakan pengangguran akibat efek domino ini.

Beberapa negara produsen di kawasan konflik juga tidak lepas dari dampak negatif. Pendapatan ekspor mereka justru menurun akibat terganggunya jalur perdagangan yang biasanya mereka andalkan.

Ketiga lembaga itu berkomitmen untuk terus bekerja sama memberikan rekomendasi kebijakan yang disesuaikan. Mereka juga menyatakan siap memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara yang paling terdampak oleh krisis energi ini.

Saham-saham energi besar seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) cenderung diuntungkan dalam lingkungan harga energi yang tinggi. Namun, investor perlu memperhitungkan risiko geopolitik yang dapat memicu volatilitas tajam sewaktu-waktu.

G-24 Desak IMF Ubah Pendekatan Kebijakan

Tekanan terhadap IMF datang pula dari 24 negara berkembang yang tergabung dalam kelompok G-24. Mereka menyampaikan pernyataan resmi dalam Spring Meetings IMF di Washington pada Selasa (15/04).

Menurut Bloomberg Technoz, pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wale Edun, Menteri Keuangan Nigeria, mewakili kelompok G-24. Ia menegaskan bahwa IMF harus tetap "proaktif dan lincah" dalam merespons guncangan ekonomi yang ditimbulkan oleh krisis energi.

G-24 mewakili populasi besar di Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang merasakan langsung tekanan biaya energi. Kelompok ini berargumen bahwa pendekatan tradisional seperti penekanan permintaan atau depresiasi mata uang tidak lagi cukup untuk menyerap guncangan ini.

Pernyataan G-24 menekankan bahwa "pendekatan multilateral, dukungan terkoordinasi, dan peningkatan bantuan pembangunan tetap sangat penting." Negara-negara rentan membutuhkan respons yang jauh lebih sistematis dari lembaga keuangan internasional.

Kenaikan biaya energi juga meningkatkan tekanan pada mata uang negara berkembang dan permintaan domestik mereka. Risiko devaluasi mata uang menjadi salah satu ancaman nyata yang disoroti G-24 dalam pernyataan resminya.

Untuk investor yang ingin mengekspos diri pada sektor energi, Energy Select ETF (XLE) menawarkan diversifikasi ke berbagai perusahaan energi besar Amerika Serikat. Sementara itu, kenaikan harga pupuk turut mengangkat prospek saham seperti CF Industries (CF), produsen pupuk nitrogen terbesar di Amerika Utara.

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah diperkirakan akan terus membayangi pasar energi global sepanjang tahun ini. Investor disarankan untuk memantau perkembangan Spring Meetings IMF dan respons kebijakan lembaga-lembaga internasional terhadap krisis ini.


Sources:

BeritaSatu, IMF, IEA dan Bank Dunia: Harga Energi dan Pupuk Akan Tetap Tinggi, 2026.

Bloomberg Technoz, G-24 Desak IMF Sesuaikan Kebijakan saat Biaya Energi Naik, 2026.

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade