Gotrade News - Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan hampir 2,5 jam di Beijing pada 14 Mei 2026. Agenda pertemuan mencakup pembahasan perdagangan bilateral serta isu keamanan ekonomi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Pasar menyambut positif sinyal pemulihan hubungan, dengan futures S&P 500 menguat 0,27% pada perdagangan pre-market. Optimisme investor juga mendorong saham teknologi yang sensitif terhadap eksposur pasar China.
Key Takeaways
- Trump dan Xi bertemu 2,5 jam membahas perdagangan dan keamanan ekonomi di Beijing.
- Futures S&P 500 menguat 0,27% dan Nasdaq 100 naik 0,24% pre-market.
- Saham Nvidia melonjak 2% setelah persetujuan ekspor chip H200 ke China.
Hasil Pertemuan Beijing
Menurut Bloomberg, kedua pemimpin membahas isu perdagangan dan keamanan ekonomi. Pertemuan berlangsung intensif selama hampir 2,5 jam dengan agenda strategis lintas sektor.
Trump menyebut kedua negara akan memiliki masa depan yang fantastis pasca-pertemuan. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal de-eskalasi ketegangan dagang yang sempat membayangi pasar global.
Xi Jinping menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara Washington dan Beijing. Namun, Xi memperingatkan bahwa salah langkah dalam isu Taiwan dapat memicu konflik yang lebih luas.
Menurut Barchart, diskusi juga menyentuh pelebaran akses pasar AS bagi perusahaan China. Topik pembelian energi dan komoditas agrikultur oleh China turut dibahas serius.
Reaksi Pasar dan Saham Terkait
Investor merespons positif dengan menaikkan posisi pada aset berisiko menjelang pembukaan Wall Street. Imbal hasil Treasury 10-tahun turun ke 4,46%, mencerminkan permintaan instrumen pendukung yang masih solid.
Saham NVIDIA melonjak 2% pre-market setelah mendapatkan persetujuan ekspor chip H200 ke pasar China. Persetujuan ini membuka kembali akses pendapatan signifikan bagi raksasa semikonduktor tersebut.
Saham Alibaba turut menjadi sorotan karena potensi pelebaran akses pasar AS bagi perusahaan China. ETF iShares China Large-Cap diuntungkan oleh sentimen pemulihan hubungan dagang bilateral.
Komitmen pembelian energi dan agrikultur China dapat menopang neraca dagang AS secara struktural. Eksportir komoditas AS berpotensi menjadi penerima manfaat utama jika kesepakatan diformalisasi pasca-pertemuan.
Peringatan Xi terkait Taiwan tetap menjadi faktor risiko geopolitik yang patut dicermati investor. Volatilitas dapat kembali muncul jika narasi negosiasi pasca-summit memburuk dalam beberapa pekan mendatang.












