Gotrade News - Iran mengajukan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz pada Senin (28/04) dengan syarat penundaan dialog nuklir. Investing.com mencatat Brent naik 0,87% ke $102,57 dan WTI naik 0,93% ke $97,27 menyusul kabar tersebut.
Pemerintahan Trump dilaporkan skeptis terhadap tawaran Iran karena prioritas Washington adalah penghentian pengayaan uranium. Wall Street Journal menambahkan dialog yang difasilitasi Pakistan akhir pekan lalu sebagian besar gagal mencapai titik temu.
--- - Selat Hormuz tetap praktis tertutup dengan hanya lima kapal melintas dalam 24 jam menurut data pelayaran. - AS mempertahankan blokade laut terhadap Iran sehingga arus minyak global melalui titik kunci tetap minimal. - Futures S&P 500 naik 0,2% ke 7.217 sementara Nasdaq 100 dan Dow Jones bergerak relatif stabil. ---
Pasar futures AS menyambut prospek pembukaan jalur strategis tersebut dengan kenaikan tipis di sesi Asia. S&P 500 futures menguat 0,2% ke 7.217 sementara Nasdaq 100 futures naik 0,2% ke 27.487,75.
Dow Jones futures relatif datar dengan kenaikan 0,1% ke 49.397 di tengah ekspektasi laporan keuangan mega cap pekan ini. Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet, dan Meta menjadi katalis utama untuk konfirmasi tren teknologi.
Selat Hormuz menjadi perhatian global karena rute tersebut mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia. Penutupan rute selama konflik Iran membuat harga minyak bertahan di level multi pekan tertinggi.
Data pelayaran sebelumnya menunjukkan hanya lima kapal melintas dalam periode 24 jam selama kebuntuan diplomatik. LNG dan pengiriman minyak melalui jalur ini turun signifikan akibat ketegangan kawasan yang berkepanjangan.
Bloomberg sebelumnya melaporkan pengiriman LNG pertama sejak perang Iran muncul keluar dari Hormuz pada awal pekan ini. Indikator tersebut menjadi sinyal awal pulihnya arus energi meski volume masih jauh dari kapasitas normal.
Investing.com menyebut Brent berpotensi mendorong $110 per barel jika tekanan pasokan tetap berlanjut. Tightness pasokan menjadi katalis utama yang menyokong harga minyak meski rilis ekonomi memberikan sinyal beragam.
Bank sentral Jepang dan Federal Reserve dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pada minggu yang sama. Pasar mengantisipasi peringatan terkait inflasi yang dipicu kenaikan harga energi sebagai variabel utama.
Trump pada Sabtu (26/04) membatalkan jadwal dialog dengan utusan Iran melalui mediasi Pakistan dengan alasan perpecahan internal Iran. Pejabat Iran membantah pernah ada agenda pertemuan resmi dengan utusan Amerika di akhir pekan tersebut.
Pasukan AL AS dilaporkan mencegat dan mengalihkan kapal tanker minyak berbendera Iran di perairan Asia. Tindakan tersebut memperluas tekanan kepada armada pengangkut energi yang masih beroperasi di kawasan.
Bagi investor ritel, harga minyak yang tinggi cenderung mendorong saham produsen energi seperti Exxon Mobil dan Chevron. Sebaliknya, sektor maskapai dan transportasi menghadapi tekanan biaya bahan bakar yang lebih tinggi.
Pemantauan perkembangan diplomasi Iran AS menjadi katalis utama bagi pergerakan harga minyak dan ekuitas pekan ini. Eksposur sektor energi dan transportasi dapat dikelola melalui aplikasi Gotrade untuk diversifikasi yang sesuai.












