Gotrade News - Tiga saham farmasi besar Teva (TEVA), Novo Nordisk (NVO), dan Eli Lilly (LLY) menjadi sorotan pekan ini. Motley Fool merilis tiga analisis terpisah pada Minggu (27/04) yang mengulas thesis investasi masing-masing.
Teva mempertahankan strategi Pivot to Growth yang diumumkan tahun 2023 untuk berpindah dari generik ke obat bermerek. Pendapatan total 2025 mencapai $17,3 miliar atau tumbuh 4% tahunan dengan 54% kontribusi dari segmen generik.
--- - Austedo Teva mencatat penjualan $2,3 miliar di 2025 atau tumbuh 34% sebagai pilar pivot ke obat bermerek. - Novo Nordisk mengumumkan kemitraan dengan OpenAI tanggal 14 April untuk akselerasi pengembangan obat berbasis AI. - Eli Lilly mengakuisisi Kelonia Therapeutics senilai hingga $7 miliar untuk memperkuat platform terapi gen. ---
Austedo, blockbuster Teva untuk gangguan gerakan, tumbuh paling agresif dengan kenaikan 34% pada 2025. Ajovy untuk migrain naik 3% ke $673 juta sementara Uzedy untuk psikiatri melonjak 63% ke $191 juta.
Konsensus analis untuk pendapatan kuartal pertama Teva berada di $3,79 miliar atau turun 3% dari periode sama tahun lalu. Estimasi laba per saham di kisaran $0,46 atau turun 12% dibandingkan kuartal pertama 2025.
Motley Fool merekomendasikan investor menunggu rilis laba pada Rabu mendatang untuk titik masuk yang lebih baik. Estimasi 2027 yang memproyeksikan pendapatan $17,2 miliar dan laba per saham $3,13 dianggap konservatif.
Pivot Novo Nordisk ke kecerdasan buatan menandai babak baru pengembangan obat di tengah tekanan kompetisi dari Eli Lilly. Kemitraan dengan OpenAI ditargetkan untuk mempercepat penelitian obat diabetes dan obesitas.
CEO Mike Doustdar menekankan integrasi data uji klinis Novo Nordisk yang ekstensif untuk analisis berbasis AI. Pipeline kunci mencakup Amycretin fase tiga untuk diabetes dan obesitas serta UBT251 untuk penurunan berat badan.
Etavopivat sebagai kandidat penyakit anemia sel sabit menunjukkan hasil fase tiga yang kuat sebagai diversifikasi pipeline. Saham NVO saat ini berada di $41,19 dengan rekomendasi buy untuk investor dengan horizon panjang.
Eli Lilly justru menonjolkan diversifikasi terapeutik di luar obat penurun berat badan sebagai keunggulannya. Verzenio untuk kanker membukukan $5,7 miliar atau naik 8% sementara Taltz untuk imunosupresan mencapai $3,6 miliar.
Kandidat blockbuster baru LLY mencakup Ebglyss untuk eksim, Jaypirca untuk kanker, dan Kisunla untuk Alzheimer. Setiap kandidat berpotensi melampaui $1 miliar penjualan tahunan dalam beberapa tahun ke depan.
Akuisisi Kelonia Therapeutics senilai hingga $7 miliar memperkuat eksposur LLY di terapi gen. Akuisisi sebelumnya termasuk Verve Therapeutics, Centessa Pharmaceuticals, dan Scorpion Therapeutics untuk neurosains dan onkologi.
Kapitalisasi pasar LLY mencapai $835 miliar dengan harga saham $868,48 dan margin kotor 83%. Yield dividen 0,7% mencerminkan profil pertumbuhan yang masih dominan dibandingkan distribusi tunai.
Bagi investor ritel, ketiga nama farmasi menyajikan thesis berbeda yakni pivot, kemitraan AI, dan diversifikasi terapeutik. Eksposur pada saham TEVA, NVO, dan LLY tersedia melalui aplikasi Gotrade dengan akses lebih dari 4.000 ticker AS.












