Gotrade News - Sejumlah produsen mobil asing mengancam menarik model termurah mereka dari pasar AS jika kesepakatan dagang tidak terealisasi. Sementara itu, Nissan Motor justru mengubah outlook tahunannya dari rugi 60 miliar yen menjadi laba 50 miliar yen.
Wall Street Journal pada Minggu (27/04) melaporkan komunikasi tersebut disampaikan ke penasihat ekonomi pemerintahan Trump. Tema utamanya adalah ketidakmampuan menjual kendaraan terjangkau di AS tanpa pengurangan tarif Amerika Utara.
--- - Harga rerata mobil baru di AS pada Maret 2026 mencapai $51.456 menurut data Reuters. - Lima model EV China terlaris seperti BYD Seagull dan Geely EX2 ditawarkan kurang dari $11.000 per unit. - Nissan menaikkan outlook laba operasi tahun fiskal menjadi 50 miliar yen dari rugi 60 miliar yen. ---
Geely EX2 menjadi model terlaris di pasar domestik China dengan harga awal hanya $10.060 per unit. Wuling Hongguang MiniEV bahkan ditawarkan $6.560 dengan jangkauan 127 mil dan kecepatan maksimum 100 km per jam.
BYD Seagull, BYD Yuan UP, dan BYD Qin Plus DM masing-masing dibanderol kurang dari $12.000 per unit di China. Versi premium Seagull mengklaim jangkauan hingga 314 mil dengan opsi bantuan lidar.
Persaingan harga ekstrem di pasar China mendorong lebih dari 200 model EV beredar di bawah $25.000. Kontras dengan rerata harga mobil baru di AS yang setara lima unit kendaraan listrik China.
WSJ menulis produsen seperti Toyota dan Honda mengisyaratkan model entry level mereka tidak lagi viable tanpa keringanan tarif. Diskusi terjadi di tengah negosiasi pembaruan kesepakatan USMCA yang menjadi prasyarat operasional.
Komunikasi ini menjadi sinyal tekanan margin signifikan bagi produsen luar negeri yang melayani konsumen kelas menengah AS. Peningkatan tarif berisiko menggeser permintaan ke produsen domestik atau importir China yang belum tersedia di showroom AS.
Berbeda dengan tren tekanan tersebut, Nissan justru mengejutkan pasar dengan revisi positif outlook tahunan. Saham Nissan melonjak hingga 6,5% ke 373,7 yen sebelum stabil di 364,9 yen pada perdagangan Senin (28/04).
Pendapatan tahunan Nissan dinaikkan ke 12 triliun yen dari estimasi sebelumnya 11,9 triliun yen. Rugi bersih juga menyempit menjadi 550 miliar yen dari proyeksi 650 miliar yen.
Manajemen menyebut keuntungan satu kali dari perubahan regulasi emisi AS sebagai pendorong utama revisi tersebut. Inisiatif efisiensi biaya dan pergerakan kurs juga turut menopang pemulihan margin operasional.
Nissan memproyeksikan kas bersih segmen otomotif melampaui 1 triliun yen pada akhir tahun fiskal 2026. Hasil keuangan lengkap akan dirilis pada 13 Mei mendatang sebagai validasi outlook ini.
Bagi investor ritel, dinamika tarif dan pemulihan Nissan menjadi dua sisi cerita sektor otomotif global. Tekanan tarif menggambarkan risiko biaya, sementara revisi outlook Nissan menunjukkan ruang efisiensi struktural masih ada.
Saham produsen mobil global termasuk Toyota, Honda, dan Tesla dapat diakses melalui aplikasi Gotrade. Strategi diversifikasi sektor otomotif perlu menyertakan pemantauan kebijakan tarif sebagai variabel makro utama.












