Jebakan 401(k) dan Pemotongan Social Security AS

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Jebakan 401(k) dan Pemotongan Social Security AS

Share this article

Gotrade News - Sistem pensiun Amerika Serikat menyimpan jebakan tersembunyi yang bisa memangkas tabungan pekerja hingga ratusan ribu dolar. Dua laporan terbaru menyoroti risiko dana default 401(k) dan kesalahan klaim Social Security.

Pemahaman atas mekanisme pensiun AS relevan bagi investor Indonesia yang berinvestasi jangka panjang di pasar saham AS. Topik ini memberikan kerangka berpikir soal alokasi aset dan horizon investasi.

Key Takeaways

  • Dana default 401(k) sering kali terlalu konservatif untuk pekerja muda dan berpotensi memangkas hasil pensiun hingga sekitar 100.000 dolar AS.
  • Selisih return tahunan 0,5 persen antara portofolio 90/10 dan 100 persen saham menghasilkan perbedaan enam digit dalam horizon panjang.
  • Empat kesalahan klaim Social Security dapat memotong pendapatan pensiun bulanan secara permanen, termasuk klaim dini sebelum usia 70 tahun.

Menurut Motley Fool, dana default target-date pada program 401(k) kerap terlalu konservatif untuk pekerja berusia muda. Penulis David Dierking menyoroti dampak alokasi obligasi yang terlalu besar pada portofolio jangka panjang.

Simulasi periode Januari 1987 hingga April 2026 menunjukkan portofolio 90/10 saham-obligasi tumbuh menjadi 513.014 dolar AS dari investasi awal 10.000 dolar AS. Portofolio 100 persen saham pada periode sama mencapai 605.802 dolar AS.

Selisih return tahunan hanya 0,5 persen, yaitu 10,53 persen berbanding 11 persen. Namun perbedaan akhir mendekati 100.000 dolar AS akibat efek bunga majemuk selama hampir empat dekade.

Vanguard Target Retirement 2060 dan dana indeks S&P 500 (SPY) menjadi contoh pembanding pada studi tersebut. Pilihan default yang konservatif berpotensi membatasi pertumbuhan aset pekerja muda yang masih memiliki horizon panjang.

Investor Indonesia yang mengakses pasar AS lewat ETF luas seperti Vanguard Total Stock Market (VTI) menghadapi pilihan alokasi serupa. Keputusan rasio saham terhadap obligasi sangat menentukan akumulasi aset jangka panjang.

Empat Kesalahan Klaim Social Security

Dilansir Motley Fool, penulis Christy Bieber memaparkan empat cara pekerja AS tanpa sadar memangkas pendapatan Social Security mereka. Setiap kesalahan berdampak permanen pada manfaat bulanan.

Pertama, klaim sebelum usia 70 tahun memicu pemotongan oleh Social Security Administration (SSA). Manfaat berkurang 5/9 dari 1 persen per bulan untuk 36 bulan pertama sebelum usia pensiun penuh (FRA).

Sebagai ilustrasi, manfaat standar 2.000 dolar AS dengan FRA 67 tahun turun menjadi 1.400 dolar AS jika diklaim pada usia 62 tahun. Penundaan hingga usia 70 tahun justru menaikkan manfaat menjadi 2.480 dolar AS per bulan.

Kedua, riwayat kerja kurang dari 35 tahun menjadi pemberat perhitungan. SSA memakai 35 tahun pendapatan tertinggi yang disesuaikan inflasi, sehingga tahun tanpa pendapatan menarik turun rata-rata.

Ketiga, bekerja sambil menerima manfaat sebelum FRA dapat memicu penahanan sementara. Batas pendapatan 2026 adalah 24.480 dolar AS untuk yang belum mencapai FRA dan 65.160 dolar AS pada tahun mencapai FRA.

Keempat, ambang pajak provisional income sebesar 25.000 dolar AS untuk lajang dan 32.000 dolar AS untuk pasangan menikah. Melampaui ambang ini membuat sebagian manfaat Social Security dikenakan pajak federal.

Bagi investor Indonesia yang memegang ETF AS seperti Invesco QQQ (QQQ), kerangka pensiun AS menjadi referensi disiplin horizon panjang. Diversifikasi dan kesabaran tetap menjadi kunci akumulasi aset.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade