Gotrade News - Tesla resmi mencabut niat pemutusan perjanjian pasokan grafit dengan Syrah Resources Australia pada 31 Mei 2026. Resolusi ini mengakhiri sengketa pasokan material baterai yang berjalan sejak Juli 2025.
Saham Syrah Resources (SYR) di bursa ASX melonjak 38% setelah pengumuman tersebut. Sementara itu, saham Tesla (TSLA) tercatat turun tipis 1,43% ke level $435,79.
Key Takeaways
- Tesla mencabut niat pemutusan kontrak setelah Syrah membuktikan sampel grafit alam memenuhi standar.
- Perjanjian awal 2021 mencakup 8.000 metrik ton material anoda grafit dari pabrik Vidalia, Louisiana.
- Sengketa berlangsung sekitar 10 bulan dengan empat kali perpanjangan tenggat sebelum resolusi tercapai.
Menurut Investing.com, Tesla resmi membatalkan niat pemutusan kontrak pada 31 Mei 2026. Syrah berhasil menunjukkan produksi sampel grafit alam yang memenuhi spesifikasi teknis Tesla.
Perjanjian asli ditandatangani pada 2021 dengan nilai pasokan 8.000 metrik ton material anoda grafit. Material tersebut diproduksi di pabrik Vidalia, Louisiana, yang menjadi fasilitas kualifikasi pasokan domestik Tesla.
Kronologi Sengketa Pasokan
Tesla pertama kali menerbitkan pemberitahuan default pada Juli 2025 karena sampel awal dinilai di bawah standar. Melansir electrive, tenggat penyelesaian diperpanjang empat kali sebelum akhirnya tuntas.
Perpanjangan tersebut bergerak dari 16 September ke 15 November, lalu 16 Januari dan 16 Maret 2026. Tenggat final 1 Juni 2026 berhasil dipenuhi setelah sampel terbaru memenuhi spesifikasi anoda baterai.
Pabrik Vidalia di Louisiana menjadi pusat proses kualifikasi pasokan tersebut. Fasilitas ini memproduksi grafit alam aktif sebagai material anoda untuk baterai lithium-ion kendaraan listrik.
Implikasi Rantai Pasok Baterai
Resolusi ini menghilangkan ketidakpastian dalam rantai pasok baterai Tesla untuk jangka menengah. Grafit merupakan material anoda kritis bagi baterai lithium-ion yang menggerakkan kendaraan listrik produksi Tesla.
Strategi sumber domestik Tesla turut diperkuat oleh kelanjutan kemitraan dengan Vidalia. Pabrik di Louisiana ini menjadi alternatif penting bagi dominasi pasokan grafit dari Tiongkok di pasar global.
Bagi pesaing seperti General Motors dan Ford, kepastian pasokan Tesla menggarisbawahi pentingnya kontrak material baterai jangka panjang. Volatilitas pasokan grafit menjadi faktor risiko bagi seluruh produsen kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Reaksi pasar terhadap Syrah Resources mencerminkan signifikansi kontrak Tesla bagi prospek perusahaan. Lonjakan 38% pada saham SYR menunjukkan ekspektasi investor terhadap kelanjutan pendapatan dari pasokan jangka panjang.
Sementara itu, koreksi tipis pada saham Tesla mengikuti dinamika perdagangan harian yang lebih luas. Investor menilai resolusi ini sebagai hasil yang sudah diantisipasi pasar setelah empat perpanjangan tenggat sebelumnya.












