Gotrade News - Menjelang rilis laporan keuangan Nvidia pada Rabu, investor menanti panduan kuartal berjalan dan rincian belanja modal AI. Ekspektasi pasar menempatkan pertumbuhan pendapatan kuartalan di kisaran 79 persen, dengan akselerasi ke 86 persen pada kuartal berikutnya.
Sentimen ini menekan ekuitas pra-pembukaan saat harga minyak naik akibat ketegangan AS-Iran. Saham Magnificent Seven seperti Tesla dan Meta turun masing-masing sekitar 1 persen dan 0,8 persen di sesi pra-pasar.
Key Takeaways
- Konsensus memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Nvidia 79 persen kuartal ini dan 86 persen kuartal depan.
- Fokus utama tertuju pada guidance, permintaan data center, serta belanja modal AI dari Mag 7.
- Risalah The Fed dari pertemuan 28-29 April turut rilis Rabu dan dapat menambah volatilitas.
Dilansir Barchart, investor memperkirakan Nvidia akan melampaui estimasi Wall Street dan memberikan panduan kuat. Laporan ini akan menjadi indikator kesehatan permintaan chip AI global.
Pelaku pasar memantau komentar manajemen mengenai pasokan GPU, margin kotor, dan kontribusi segmen pusat data. Sinyal dari guidance dianggap lebih penting daripada angka kuartal lalu yang sudah berlalu.
Selain itu, risalah The Fed akan memperjelas berapa banyak pembuat kebijakan non-pemilih mendukung bahasa netral terkait suku bunga. Kombinasi keduanya berpotensi membentuk arah indeks utama hingga akhir pekan.
Implikasi untuk AMD, Micron, dan Mag 7
Hasil Nvidia akan menjadi tolok ukur bagi Advanced Micro Devices yang berkompetisi di pasar akselerator AI. Investor menilai sejauh mana AMD dapat merebut pangsa pasar di tengah dominasi ekosistem Nvidia.
Melansir The Motley Fool, Nvidia dan Micron berfungsi sebagai mitra dalam pembangunan infrastruktur AI, bukan pesaing langsung. Memori HBM dari Micron menjadi komponen kritis bagi akselerator generasi terbaru.
Analis memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Micron Technology sebesar 261 persen kuartal depan dan 246 persen pada kuartal berikutnya. Angka ini mencerminkan eskalasi permintaan memori untuk pelatihan model AI.
Namun, Micron beroperasi di pasar komoditas yang rentan siklus. Risiko muncul ketika kapasitas fabrikasi baru selesai dan harga memori berpotensi terkoreksi tajam.
Belanja modal AI dari raksasa teknologi turut menjadi sorotan analis selama musim earnings. Komentar Nvidia tentang pipeline pesanan dapat memberikan petunjuk arah capex pelanggan besar seperti hyperscaler.
Saham Nvidia diperdagangkan pada rasio harga-laba ke depan sekitar dua kali lipat Micron. Premi valuasi ini mencerminkan stabilitas bisnis dan kekuatan ekosistem perangkat lunak CUDA.
Oliver Allen dari Pantheon Macroeconomics menyebut perusahaan sedang "pull[ing] forward orders and build[ing] precautionary inventories" akibat kekhawatiran rantai pasok. Pola ini relevan bagi proyeksi permintaan chip jangka pendek.
Bagi investor di Indonesia, rilis Nvidia akan memengaruhi sentimen sektor teknologi AS secara luas. Pergerakan indeks Nasdaq berpotensi memberi arah bagi saham AS yang ditradingkan via Gotrade.












