Gotrade News - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan signifikan di awal pekan ini. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin menekan pasokan energi global.
Kamu perlu peduli karena harga minyak Brent naik 2,2% menjadi US$ 111,43 per barel. West Texas Intermediate turut menguat 2,7% ke level US$ 114,57 per barel.
Ketidakpastian ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum pada Teheran. Ia mengancam serangan terhadap infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Iran tetap menolak tuntutan AS, sehingga Selat Hormuz masih tertutup bagi sebagian besar kapal. Ini menambah tekanan pada pasar minyak yang sudah bergejolak akibat perang.
Situasi ini juga diperburuk oleh gangguan pasokan dari Rusia, di mana serangan drone merusak terminal ekspor Ust-Luga dan Primorsk. Hal ini mengancam menurunkan produksi minyak Rusia.
Kilang minyak Rusia mengalami kesulitan mengekspor bahan bakar diesel, mengorbankan jalur utama menuju Primorsk sejak 22 Maret. Ini mendorong harga minyak di pasar internasional.
Otoritas maritim Finlandia melaporkan penurunan drastis pengiriman kapal dari Primorsk dan Ust-Luga. Kondisi ini memperketat pasokan minyak global lebih lanjut.
Menghadapi situasi ini, OPEC+ memperingatkan potensi dampak panjang pada pasokan energi akibat kerusakan aset terkait perang.
Pada akhirnya, harga minyak tetap tinggi dan memicu tekanan inflasi serta kerugian bagi ekonomi dan konsumen.
Referensi:
- Berita Satu, Harga Minyak Mentah Hari Ini Kembali Naik 2,2 Persen Tembus US$ 111. Diakses 6 April 2026
- Bloomberg Technoz, Awal Pekan Terjadi Kenaikan Harga Minyak, Brent US$110-WTI US$113. Diakses 6 April 2026
- IDX Channel, Harga Minyak Dunia Melonjak, Pasar Waspadai Eskalasi Konflik Teluk Persia Awal Pekan. Diakses 6 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













