Selat Hormuz Memanas, Minyak Naik 6%, Pasar AS Tertekan

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Selat Hormuz Memanas, Minyak Naik 6%, Pasar AS Tertekan

Share this article

Gotrade News - Risiko geopolitik kembali jadi pusat perhatian pasar pada Senin setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mengguncang bursa global dan mendorong harga minyak melonjak tajam. Iran dilaporkan menyerang kapal di selat tersebut dan membakar pelabuhan minyak di UEA pada 4 Mei 2026, sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat. Kejadian ini memicu kekhawatiran soal pasokan energi yang melewati titik tersempit jalur minyak dunia.

Poin Penting

  • Harga minyak melonjak sekitar 6% pada Senin, WTI ditutup di kisaran $104,41 dan Brent di sekitar $113,31, sebelum sebagian kenaikan terkikis di sesi berikutnya.
  • Indeks S&P 500 turun 0,41% ke 7.200,81, Dow melemah 1,13% ke 48.941,90, dan Nasdaq tergelincir 0,19% ke 25.067,80.
  • Saham energi dan pertahanan kembali jadi sorotan, sementara maskapai, logistik, dan sektor sensitif suku bunga menghadapi tekanan biaya yang lebih berat.

Minyak Melonjak Saat Risiko Hormuz Kembali

Menurut Investing.com, serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak sekitar 6% dalam satu sesi, walaupun sebagian kenaikan kemudian memudar. Selat ini menjadi jalur bagi hampir seperlima pasokan minyak laut global, sehingga gangguan apa pun langsung mengalir ke margin kilang dan harga bahan bakar di seluruh dunia.

Produsen minyak terintegrasi AS seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) umumnya ikut diuntungkan saat Brent dan WTI naik, karena eksposur produksi hulu mereka. Eksposur sektor energi yang lebih luas biasanya diakses lewat XLE, sedangkan USO melacak harga futures WTI secara lebih langsung.

Bursa Goyah, Saham Pertahanan Aktif

Mengutip Investing.com, sub-indeks energi naik 0,85% di hari yang sama meski pasar luas bergerak lebih rendah, dengan jumlah saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 2,2 banding 1. Seorang strategist mencatat bahwa risiko asimetris besar masih berada di sisi penurunan, walaupun probabilitas saat ini menunjukkan skenario yang lebih terkendali.

Saham pertahanan dan alutsista cenderung menarik aliran dana ketika ketegangan Timur Tengah berlanjut. RTX (RTX), induk Raytheon, berada di pusat perdagangan ini berkat eksposur ke sistem rudal dan propulsi. Palantir juga naik 1,4% menjelang rilis laporan keuangan, karena investor memilih nama yang dianggap menerima manfaat dari belanja pertahanan.

Imbas ke Maskapai dan Bank

Menurut Investing.com, dampak lanjutan sudah terlihat di emiten Asia Pasifik. Air New Zealand menangguhkan panduan laba akibat volatilitas avtur, Qantas menaikkan proyeksi biaya bahan bakar hingga A$800 juta dan menunda pembelian saham kembali senilai A$150 juta, sementara Virgin Australia memperkirakan tambahan biaya bahan bakar A$30 hingga A$40 juta di semester kedua.

Bank juga mulai bersiap menghadapi tekanan kredit. National Australia Bank menandai biaya penurunan nilai kredit sebesar A$706 juta, sedangkan Westpac menaikkan provisi ke level tertinggi era COVID dengan menyebut guncangan pasar energi. Norwegian Cruise Line memangkas proyeksi tahunan karena biaya bahan bakar terkait Timur Tengah yang lebih tinggi.

Yang Perlu Kamu Pantau

Pasar kini fokus pada apakah pembicaraan AS-Iran yang dimediasi Pakistan dapat meredakan ketegangan. Kamu juga perlu memantau laporan keuangan AMD, Shopify, KKR, dan MicroStrategy pada Selasa serta data nonfarm payrolls April pada Jumat. Jalur gencatan senjata yang mulus dapat melepaskan premi energi dengan cepat. Kegagalan negosiasi akan memberikan amunisi baru bagi tema perdagangan energi dan pertahanan.

Sumber

Investing.com, U.S. stock futures subdued after Hormuz tensions flare.

Investing.com, Factbox: from airlines to banks, Australian and New Zealand firms feel heat of Gulf crisis.

Investing.com, U.S. stock futures mixed as Middle East risks remain in focus.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade