Gotrade News - Pasar Asia bergerak terbelah pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Sentimen rapuh terbentuk akibat serangan baru Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran.
KOSPI Korea Selatan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.131,15 poin. Indeks acuan lain bergerak campur seiring divergensi harga minyak global yang signifikan.
Key Takeaways
- KOSPI menguat 2,78% ke rekor 8.131,15 ditopang reli saham semikonduktor Samsung dan SK Hynix.
- Harga minyak terbelah pasca serangan AS ke Iran, dengan Brent naik 2,01% menuju $98 per barel.
- Bank Sentral Sri Lanka menaikkan suku bunga 100 bps ke 8,75% merespons guncangan energi geopolitik.
Reli Semikonduktor Dorong KOSPI ke Rekor
Saham Samsung Electronics menguat 2,56% pada sesi perdagangan Selasa di bursa utama Seoul. SK Hynix melonjak signifikan 6,80% menopang reli sektor teknologi regional yang berlangsung luas hari ini.
Menurut Investing.com, indeks Hang Seng menguat 0,5% di bursa Hong Kong. Saham Hua Hong Semi melonjak 7,84% dan SMIC naik 6,32% di sesi yang sama.
Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang justru melemah tipis 0,26% ke level 64.994,4 poin pada penutupan sesi reguler. TOPIX turun 0,13% di tengah kehati-hatian investor terhadap eskalasi geopolitik kawasan Timur Tengah yang berlanjut.
Shanghai Composite melemah 0,8% pada perdagangan yang sama hari Selasa di bursa daratan. CSI 300 turun 0,49% mengikuti tekanan jual yang membayangi pasar saham Tiongkok daratan sepanjang sesi.
ASX 200 Australia ditutup melemah 0,34% pada sesi perdagangan reguler di Sydney hari ini. Straits Times Singapura turun 0,45% sementara Nifty 50 India menguat tipis 0,07% di tengah volatilitas.
Harga minyak global mencatat divergensi tajam pasca serangan AS ke fasilitas nuklir Iran. Brent menguat 2,01% menuju level $98 per barel di pasar berjangka internasional.
Sebaliknya, West Texas Intermediate justru melemah 4,98% ke kisaran $92 per barel. Divergensi tersebut mencerminkan ketidakpastian pasokan kawasan Teluk yang terus membayangi pelaku pasar.
Saham pertahanan dan energi menjadi sorotan utama investor pada sesi perdagangan ini. Eksposur ke Lockheed Martin (LMT) dan Raytheon Technologies (RTX) umumnya menguat saat ketegangan kawasan meningkat tajam.
Pembicaraan damai antara pihak terkait dilaporkan masih berlanjut di Doha, Qatar. Presiden Donald Trump menyatakan pembicaraan tersebut sedang "berjalan baik" menurut pernyataan resminya kepada media.
Saham energi raksasa seperti Exxon Mobil (XOM) mendapat perhatian besar seiring lonjakan harga Brent. Investor mencermati arah harga minyak dunia dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Sri Lanka Naikkan Bunga 100 bps
Dilansir Investing.com, Bank Sentral Sri Lanka (CBSL) menaikkan suku bunga acuan 100 bps. Keputusan ini melampaui konsensus pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan hanya 25 bps.
Overnight policy rate naik ke level 8,75% dari sebelumnya 7,75% pada keputusan Selasa. CBSL menyebut inflasi tinggi dan pelemahan rupee Sri Lanka sebagai pemicu utama keputusan kebijakan agresif tersebut.
Otoritas moneter Kolombo mengutip "perang AS-Israel dengan Iran" sebagai pemicu guncangan energi global. Inflasi headline tercatat 5,4% pada periode laporan, naik dari hanya 2,2% di Maret.
Rupee Sri Lanka melemah sekitar 9% sejak awal Maret tahun ini di pasar valuta asing. Negara Asia Selatan tersebut sepenuhnya bergantung pada impor bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi domestik harian.
Pemerintah Sri Lanka menaikkan harga bahan bakar minyak sebesar 40% baru-baru ini sebagai langkah rasionalisasi. Program pemulihan IMF senilai $2,9 miliar masih berjalan, namun cadangan devisa negara terus menurun signifikan.












