Gotrade News - Mata uang kripto utama mengalami aksi jual tajam karena selera risiko investor memudar. Bitcoin turun ke sekitar $72.000 sementara Solana mendekati level support kritis.
Hyperliquid anjlok 8,75% ke $56,90 akibat tekanan jual di seluruh sektor digital. Analis menyebut ketegangan geopolitik dan sentimen risk-off sebagai pemicu utama penurunan.
Key Takeaways
- Bitcoin turun ke sekitar $72.000 dan Solana berisiko menembus support $80 dalam sesi perdagangan.
- Hyperliquid anjlok 8,75% ke $56,90 meski baru saja mendapat listing di Coinbase dan kesepakatan yield-sharing.
- Saham terkait kripto seperti COIN, MSTR, dan MARA menghadapi tekanan baru.
Bitcoin Dan Solana Memimpin Penurunan
Menurut Watcher Guru, Solana turun hampir 4% dalam 24 jam dan mendekati rentang support $77 hingga $79. Penembusan zona tersebut dapat membawa SOL menuju level $70.
Solana terakhir menyentuh $78 pada 28 Februari 2026 dan $77,98 pada 2 April 2026. Token itu kini berada sekitar 50% di bawah puncak Januari 2025 sebesar $293,31.
Bitcoin runtuh ke sekitar $72.000 bersama aksi jual yang lebih luas di sektor kripto. Token itu diperdagangkan sekitar 38% di bawah rekor 52 minggu $126.079,89, menurut The Motley Fool.
Bitcoin tetap menjadi kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,5 triliun. Angka tersebut mewakili sekitar 60% dari total kapitalisasi pasar aset digital di seluruh industri kripto.
Dogecoin berada di kapitalisasi $17,7 miliar dengan hanya 15 pengembang aktif penuh waktu di proyek tersebut. Token itu menempati peringkat ke-88 di antara 100 blockchain teratas berdasarkan aktivitas pengembang.
Watcher Guru mengaitkan penurunan dengan kekhawatiran konflik lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga minyak dapat memicu kembali kekhawatiran inflasi dan menjauhkan investor dari aset berisiko tinggi.
Hyperliquid Anjlok Meski Listing Di Coinbase
Hyperliquid turun 8,75% ke $56,90 meski Coinbase mengumumkan listing awal bulan ini. Penurunan itu menekan kapitalisasi pasar HYPE ke sekitar $13 miliar, menurut The Motley Fool.
Coinbase mengumumkan listing tersebut pada 14 Mei 2026 bersama kesepakatan pembagian yield pada stablecoin. Hyperliquid mengambil hingga 90% dari imbal hasil deposit USDC yang tersimpan di platformnya.
Saldo USDC di jaringan Hyperliquid kini berada di $6,8 miliar dari pengguna platform. Angka tersebut mewakili sekitar 95% dari seluruh kepemilikan stablecoin di platform itu.
Ryan Watkins, co-founder Syncracy Capital, memperkirakan kesepakatan itu dapat meningkatkan buyback token HYPE sebesar $135 juta hingga $160 juta per tahun. Angka itu berpotensi mencapai $300 juta hingga $500 juta seiring perluasan adopsi.
ETF Hyperliquid spot diluncurkan pada pertengahan Mei dan platform itu baru saja meluncurkan pasar prediksi terdesentralisasi. Meski begitu, HYPE tetap tidak lolos dari aksi jual sektoral pada sesi ini.
Saham terkait kripto juga menghadapi tekanan dari pergerakan turun di aset digital. Operator bursa Coinbase (COIN), pemegang treasury Bitcoin Strategy (MSTR), dan penambang MARA Holdings (MARA) biasanya mengikuti arah kripto.
Investor akan memantau apakah Solana mampu mempertahankan level $77 dan Bitcoin stabil di atas $70.000. Penembusan level tersebut dapat memperdalam aksi jual di sektor kripto dan saham terkait.
Penambang kripto menghadapi tekanan margin tambahan ketika Bitcoin mendekati biaya produksinya. Pemegang treasury yang membeli di atas $100.000 juga menanggung kerugian belum direalisasi di posisi neraca.
Volume bursa biasanya melonjak selama penurunan tajam saat trader memosisikan ulang portofolio mereka. Dinamika itu dapat mengangkat pendapatan transaksi di bursa seperti Coinbase meski harga turun.












