Laba Meta Melonjak 61%, Capex AI Tekan Saham 7%

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Laba Meta Melonjak 61%, Capex AI Tekan Saham 7%

Share this article

Gotrade News - Laporan kuartal pertama Meta Platforms memicu reaksi beragam dari Wall Street pada Kamis (30/04). Laba bersih Meta melonjak 61% YoY meski panduan belanja modal tahun ini membuat saham tertekan lebih dari 7% di sesi after-hours.


Key Takeaways:

  • Laba Meta naik 61% ke USD 26,77 miliar tetapi panduan capex 2026 dinaikkan ke USD 125-145 miliar.
  • UBS menaikkan target harga Meta ke USD 908 dengan rating Buy karena momentum AI generatif.
  • Oppenheimer menaikkan target Amazon ke USD 275 dengan AWS sebagai mesin pertumbuhan utama.

Pendapatan Meta mencapai USD 56,31 miliar pada Q1 2026, tumbuh 33% YoY menurut laporan Watcher Guru. Laba bersih perusahaan naik ke USD 26,77 miliar atau setara EPS USD 10,44 dibanding USD 6,43 tahun lalu.

Impresi iklan Meta tumbuh 19% YoY dan harga rata-rata per iklan naik 12% YoY. Family of Apps mencatat laba operasi USD 26,9 miliar dengan margin 41% berdasarkan rilis perusahaan.

Meta menaikkan panduan capex 2026 menjadi USD 125-145 miliar dari kisaran sebelumnya USD 115-135 miliar. Manajemen mengaitkan kenaikan ini dengan harga komponen yang lebih tinggi dan biaya data center tambahan.

CFO Susan Li menyebut kenaikan depresiasi, biaya operasional data center, belanja cloud pihak ketiga, dan rekrutmen talenta AI. Pernyataan ini langsung menekan persepsi pasar terhadap Return on Investment belanja AI Meta.

Reaksi Analis dan Sentimen Pasar

Melissa Otto dari S&P Global Visible Alpha Research mengatakan laporan ini menimbulkan pertanyaan soal ROI riil dari capex. Komunitas investor terlihat frustrasi dengan tingkat cash burn yang terus meningkat menurut keterangannya.

UBS justru menaikkan target harga Meta ke USD 908 dari USD 872 dengan rating Buy pada Kamis (30/04). Firma ini melihat AI generatif sebagai pendorong utama revisi EPS dan ekspansi valuasi sepanjang 2026.

Meta juga mengumumkan PHK sekitar 8.000 karyawan dan menghentikan rekrutmen untuk 6.000 posisi terbuka. Evercore ISI memperkirakan langkah ini menghasilkan penghematan tahunan sekitar USD 3 miliar.

Implikasi Lintas Big Tech

Oppenheimer menaikkan target harga Amazon ke USD 275 dari USD 260 dengan rating Outperform. Firma ini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan AWS yang kuat hingga 2027 sebagai mesin pertumbuhan utama.

Citi mempertahankan rating Buy untuk Microsoft tetapi memangkas target ke USD 600 dari USD 635. Pemangkasan dikaitkan dengan kompresi multipel valuasi, bukan pelemahan fundamental bisnis.

Saham Meta tertekan lebih dari 7% pada perdagangan after-hours 29 April. Penurunan dipicu panduan capex tinggi dan ketidakpastian imbal hasil investasi AI menurut analisis Watcher Guru.

Pertanyaan kunci bagi investor sekarang adalah keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan iklan dan beban capex. Big Tech harus membuktikan bahwa belanja AI agresif menghasilkan monetisasi yang sepadan dalam dua kuartal ke depan.


Sumber:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade