Merck, Bristol-Myers, J&J Rilis Update Bisnis Q1 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Merck, Bristol-Myers, J&J Rilis Update Bisnis Q1 2026

Share this article

Gotrade News - Tiga raksasa farmasi AS merilis update bisnis kunci pada Kamis (30/04). Merck, Bristol-Myers Squibb, dan Johnson & Johnson menjadi sorotan investor kesehatan global.


Key Takeaways

  • Merck membukukan pendapatan Q1 2026 sebesar $16,3 miliar, tumbuh 5% dengan obat kanker Keytruda menyumbang $8 miliar.
  • Bristol-Myers Squibb dijadwalkan rilis laporan Q1 2026 dengan ekspektasi pendapatan $10,88 miliar dan EPS $1,43.
  • Johnson & Johnson memperkuat data uji klinis IMAAVY untuk pengobatan myasthenia gravis di pertemuan neurologi AS.

Pendapatan Merck pada Q1 2026 mencapai $16,3 miliar, naik dari $15,5 miliar tahun lalu. Angka ini melampaui konsensus Wall Street sebesar $15,8 miliar menurut Investing.com.

Meski penjualan tumbuh 5%, Merck mencatat rugi bersih akibat biaya akuisisi. Beban $3,62 per saham terkait pembelian Cidara Therapeutics menekan EPS adjusted ke minus $1,28 menurut Investing.com.

Obat imunoterapi kanker Keytruda menjadi mesin pertumbuhan dengan penjualan $8 miliar pada kuartal ini. Angka ini naik 12% dan mengalahkan estimasi analis $7,6 miliar berdasarkan data Investing.com.

Obat penyakit paru Winrevair melonjak 88% menjadi $525 juta menurut laporan Investing.com. Sebaliknya, vaksin Gardasil turun 19% ke $1,07 miliar dan obat diabetes Januvia anjlok 28% ke $574 juta.

Bristol-Myers Hadapi Tantangan Legacy

Bristol-Myers Squibb dijadwalkan merilis laporan Q1 2026 pada 30 April. Analis memperkirakan EPS $1,43 dengan pendapatan $10,88 miliar berdasarkan konsensus yang dikompilasi Investing.com.

Obat pengencer darah Eliquis menghadapi tekanan dari berakhirnya paten Eropa pada 19 Mei 2026. Manajemen tetap menargetkan pertumbuhan Eliquis 10% sampai 15% sepanjang tahun menurut Investing.com.

Portofolio pertumbuhan baru menjadi penopang utama, termasuk Opdivo, Cobenfy, dan Camzyos. Cobenfy untuk skizofrenia terus menunjukkan trajektori linier sejak peluncuran berdasarkan analisis Investing.com.

J&J Perkuat Data Klinis Neurologi

Johnson & Johnson mempresentasikan data Phase 3 Vivacity-MG3 di pertemuan American Academy of Neurology 2026. Uji klinis ini mengevaluasi IMAAVY untuk pasien dewasa dengan myasthenia gravis menurut InsiderMonkey.

Hasil menunjukkan perbaikan gejala berkelanjutan dan profil keamanan konsisten pada periode follow-up panjang. Pasien juga mengalami pengurangan penggunaan steroid dan perbaikan fungsional bermakna berdasarkan laporan InsiderMonkey.

J&J juga mengkonfirmasi studi komparatif head-to-head FcRn sedang aktif merekrut peserta. Langkah ini menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap posisi kompetitif IMAAVY menurut InsiderMonkey.

Kombinasi laporan ketiga perusahaan memberikan gambaran sektor farmasi global yang masih bertumbuh. Investor saham AS dapat memantau dinamika ini sebagai indikator awal musim laporan kuartalan healthcare.


Sumber:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade