Gotrade News - Gelombang aksi pengembalian modal mewarnai pasar AS pekan ini lewat tiga pengumuman besar. Netflix, Adobe, dan Blackstone menggerakkan total komitmen modal di atas $50 miliar.
Key Takeaways:
- Netflix dan Adobe masing-masing mengumumkan otorisasi buyback baru senilai $25 miliar pada akhir April 2026.
- Blackstone Life Sciences menyuntik dana hingga $400 juta ke Teva Pharmaceuticals untuk obat duvakitug.
- Buyback besar tidak otomatis mengangkat harga saham, terbukti dari reaksi pasar terhadap Adobe yang lemah.
Dewan direksi Netflix menyetujui otorisasi pembelian kembali saham senilai $25 miliar pada Rabu (22/04). Insider Monkey melaporkan bahwa program baru ini berjalan tanpa batas waktu dan terpisah dari otorisasi sebelumnya.
Otorisasi sebelumnya dari Desember 2024 masih menyisakan sekitar $6,8 miliar per 31 Maret 2026. Insider Monkey menulis bahwa langkah ini mencerminkan komitmen Netflix mengembalikan kas berlebih ke pemegang saham.
Adobe Andalkan Buyback di Tengah Tekanan AI
Dewan Adobe menyetujui rencana pembelian kembali saham senilai $25 miliar pada Selasa (21/04). The Motley Fool melaporkan program ini berjalan hingga 30 April 2030 atau sekitar empat tahun ke depan.
Saham ADBE justru melemah ke kisaran $245 pada akhir pekan setelah pengumuman. The Motley Fool mencatat rentang 52 minggu Adobe berada di $224,13 sampai $422,95, jauh dari puncak.
Fundamental Adobe sebenarnya kuat dengan pendapatan tumbuh dari $21,5 miliar pada 2024 menjadi $23,7 miliar pada 2025. Laba bersih juga naik dari $5,5 miliar menjadi $7,1 miliar pada periode yang sama menurut The Motley Fool.
Kuartal pertama 2026 mencetak rekor pendapatan $6,4 miliar dengan forward P/E hanya 10,4. The Motley Fool tetap menyarankan kehati-hatian karena kekhawatiran investor terhadap disrupsi AI pada perangkat lunak.
CEO lama Adobe juga sedang dalam transisi sehingga arah strategi integrasi AI belum jelas. The Motley Fool menyimpulkan bahwa pembelian saham hanya berdasarkan pengumuman buyback bukan keputusan yang bijak.
Blackstone Pilih Jalur Kemitraan Strategis dengan Teva
Berbeda dari Netflix dan Adobe, Blackstone Life Sciences memilih menyuntik modal ke pihak ketiga. BioPharma Dive melaporkan komitmen hingga $400 juta selama empat tahun untuk mendanai pengembangan duvakitug milik Teva.
Duvakitug adalah antibodi TL1A yang menargetkan kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. BioPharma Dive mencatat uji klinis Fase 3 akan melibatkan lebih dari 3.000 pasien dengan masa pengamatan hingga 40 minggu.
Kesepakatan ini mencakup pembayaran milestone saat persetujuan FDA serta royalti dari penjualan global. Sanofi sebelumnya telah membayar $500 juta uang muka pada 2023 untuk berkolaborasi mengembangkan obat ini menurut BioPharma Dive.
Teva membukukan penjualan $17 miliar pada 2025 namun masih berjuang menjaga profitabilitas pasca hilangnya eksklusivitas Copaxone pada 2018. EVP Teva Evan Lippman menyebut kemitraan ini sebagai bagian dari strategi Pivot to Growth menurut BioPharma Dive.
Kompetitor seperti Merck, Roche, dan AbbVie juga sedang mengembangkan inhibitor TL1A serupa. Data Fase 3 dari Merck diperkirakan rilis akhir 2026 berdasarkan laporan BioPharma Dive.
Tiga pengumuman ini mengirim sinyal beragam ke pasar tentang prioritas kapital perusahaan besar AS. Investor ritel perlu memilah antara buyback defensif Adobe, buyback ofensif Netflix, dan kemitraan pertumbuhan Blackstone-Teva.
Sumber:












