Gotrade News - Harga minyak dan yield Treasury naik pada Kamis usai serangan militer baru AS-Iran di dekat Bandar Abbas. Futures saham AS melemah jelang rilis data inflasi inti PCE April.
Menurut Barchart, WTI naik sekitar 3% pada hari Kamis akibat eskalasi tersebut. Yield Treasury tenor 10 tahun ikut naik satu basis poin ke 4,50%.
Key Takeaways
- WTI naik sekitar 3% dan Brent naik 2,97% imbas serangan AS-Iran di dekat Bandar Abbas.
- Futures S&P 500 E-Mini Juni turun 0,26% dan futures Nasdaq 100 turun 0,54% sebelum pasar dibuka.
- Saham pertahanan dan drone menguat saat laporan Axios menyebut stok rudal Patriot terkuras lebih cepat dari produksi.
Serangan Di Teluk Mendorong Minyak Dan Yield
Pasukan AS menembak jatuh drone Iran dan menyerang sebuah fasilitas di dekat Bandar Abbas, melansir Barchart. Teheran lalu meluncurkan drone ke kapal AS dan kapal komersial di Selat Hormuz.
Iran juga mengklaim menargetkan sebuah pangkalan udara AS dalam pertukaran terbaru ini. Pasukan Garda Revolusi Islam mengklaim serangan terpisah ke fasilitas AS di Kuwait, dilansir Investing.com.
WTI naik 3,25% dan Brent naik 2,97% akibat serangan tersebut, menurut Investing.com. Saham energi termasuk Chevron (CVX) bergerak seiring kenaikan harga minyak mentah.
Yield Treasury tenor 10 tahun naik 0,60% dan tenor 5 tahun bertambah 0,77%, per laporan yang sama. Yield tenor 30 tahun naik 0,36% saat pelaku pasar menghitung risiko inflasi jangka pendek dari energi.
Futures Melemah Saat Saham Pertahanan Menguat
Futures S&P 500 turun 14 poin dan futures Dow turun 60 poin sebelum sesi, menurut Investing.com. Futures Nasdaq 100 turun 127 poin atau 0,4% pada perdagangan pra-pasar.
Ketiga indeks utama AS menutup sesi sebelumnya di rekor tertinggi. S&P 500 menuju kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut, rentetan terpanjang sejak 2023.
Saham drone Unusual Machines dan AeroVironment menguat usai laporan Wall Street Journal soal pembahasan pendanaan pemerintah. Kontraktor utama Lockheed Martin (LMT) dan RTX (RTX) ikut menguat seiring meluasnya minat ke sektor pertahanan.
Dilansir Axios, lebih dari 1.000 rudal Patriot digunakan dalam perang Iran dibanding hanya 172 unit yang terkirim pada tahun fiskal 2026. Pengisian stok baru diperkirakan tahun 2029 jika konflik tidak berlanjut.
Lockheed menaikkan produksi rudal Patriot PAC-3 MSE dari 600 ke 2.000 unit per tahun. RTX juga memperluas produksi Standard Missile-6 di atas 500 unit per tahun, per laporan Axios yang sama.
Boeing melipatgandakan produksi pemandu PAC-3 tiga kali lipat untuk menutup celah. Tunggakan pengiriman senjata AS ke Taiwan senilai 30 miliar dolar AS, termasuk rudal Patriot, masih belum terpenuhi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Washington mengirim lebih banyak interseptor, melansir Axios. Ia menilai sulit melihat baterai Patriot tanpa rudal terpasang.
Pelaku pasar juga menanti inflasi inti PCE April, diperkirakan naik 0,3% bulanan dan 3,3% tahunan, menurut Barchart. PDB kuartal I diperkirakan tumbuh 2,0% tahunan bersamaan dengan rilis laba Costco, Dell, Autodesk, dan MongoDB.
Gubernur Fed Lisa Cook menyatakan ia mencermati risiko inflasi tinggi menjadi tertanam, setelah lima tahun di atas target. Wakil Ketua Fed Philip Jefferson memperkirakan inflasi turun akhir tahun saat efek tarif dan energi mereda.












