Musim Laporan Keuangan Dimulai: Sinyal Kuat Kebangkitan Pasar Modal AS?

Musim Laporan Keuangan Dimulai: Sinyal Kuat Kebangkitan Pasar Modal AS?

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Musim laporan keuangan kuartal IV dimulai pekan ini dengan sorotan utama tertuju pada kinerja bank-bank raksasa Amerika Serikat. Investor perlu mencermati potensi lonjakan laba yang didorong oleh pulihnya aktivitas kesepakatan bisnis dan perdagangan saham.


Key Takeaways

  • Volume merger dan akuisisi (M&A) global melonjak 42 persen, menjadi katalis utama pendapatan bank investasi.

  • Citigroup diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba tertinggi hingga 21 persen dibanding tahun sebelumnya.

  • Fokus pasar akan beralih ke panduan kinerja 2026 dan konfirmasi pemulihan pasar modal yang lebih luas.


Baca Juga: Trump Ancam ExxonMobil: Akses Venezuela Jadi Taruhan

Gelombang rilis kinerja akan dibuka oleh JPMorgan Chase & Co. dan The Bank of New York Mellon Corporation pada hari Selasa. Pendapatan perbankan investasi diperkirakan menjadi motor penggerak utama setelah aktivitas kesepakatan bisnis mengalami akselerasi signifikan sepanjang tahun 2025.

Menurut data Dealogic yang dikutip Reuters, pendapatan perbankan investasi global naik 15 persen menjadi US$103 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan volume merger dan akuisisi (M&A) yang melompat 42 persen secara tahunan (YoY) mencapai angka US$5,1 triliun.

Di antara bank-bank berdampak sistemik global, konsensus analis memperkirakan Citigroup Inc. akan memimpin dengan pertumbuhan laba per saham (EPS) sebesar 21 persen YoY. Sementara itu, The Bank of New York Mellon Corporation diprediksi mencatatkan kenaikan 15 persen di kategori bank perwalian (trust bank).

Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya

Meskipun angka kuartal IV penting, panduan perusahaan ke depan akan menjadi penentu utama arah harga saham. Analis Morgan Stanley menyebut bahwa konfirmasi mengenai meluasnya pemulihan pasar modal akan lebih diperhatikan oleh pasar dibanding realisasi laba masa lalu.

Optimisme ini didukung oleh pernyataan Chief Financial Officer The Goldman Sachs Group, Inc., Denis Coleman, yang bulan lalu menyebut volume kesepakatan yang dipimpin sponsor naik 40 persen di tahun 2025. Meski volume M&A melonjak 65 persen di kuartal IV, penyelesaian kesepakatan diperkirakan baru akan terealisasi pada tahun depan.

Dari sisi perdagangan pasar, pendapatan diperkirakan tumbuh 8 persen YoY, melampaui konsensus pasar yang berada di angka 7 persen. Morgan Stanley memproyeksikan pendapatan perdagangan ekuitas akan tumbuh 12 persen, mengungguli pendapatan perdagangan FICC (pendapatan tetap, mata uang, dan komoditas) yang hanya tumbuh 5 persen.

Analis Evercore ISI, Glenn Schorr, menambahkan bahwa operasi perdagangan dan manajemen kekayaan akan menjadi pendorong pertumbuhan di tahun 2026. Ia merekomendasikan Bank of America Corporation dan JPMorgan Chase & Co. sebagai pilihan utama untuk pertumbuhan pendapatan bunga bersih di tahun mendatang.

Investor juga perlu memperhatikan perubahan metode akuntansi investasi pajak di Bank of America Corporation. Manajemen menyatakan perubahan ini bertujuan menyelaraskan laporan keuangan dengan dampak ekonomi investasi, meskipun berdampak pada penurunan laba ditahan sebesar US$1,7 miliar per September 2025.

Baca Juga: Sinyal Baru Ritel AS: Walmart dan Alphabet Pacu Ekspansi Pengiriman Drone

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade