Jakarta, Gotrade News - Presiden Donald Trump mengancam akan memblokir ExxonMobil dari proyek di Venezuela setelah CEO perusahaan tersebut menilai negara itu belum layak investasi. Ketegangan ini menjadi sinyal penting bagi investor mengenai risiko politik dalam ekspansi sektor energi global saat ini.
Trump menyatakan ketidaksukaannya secara terbuka terhadap sikap skeptis eksekutif puncak ExxonMobil dalam pertemuan strategis di Gedung Putih.
Dilansir dari Politico, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa perusahaan tersebut "bermain terlalu manis" dan ia cenderung menahan mereka masuk ke Venezuela.
CEO Darren Woods sebelumnya menyoroti bahwa tanpa perubahan kerangka komersial dan hukum yang jelas, Venezuela saat ini mustahil untuk dimasuki modal asing.
Menurut laporan Seeking Alpha, Woods menekankan perlunya reformasi signifikan pada undang-undang hidrokarbon sebelum investasi skala besar dapat dilakukan.
Komentar ini dinilai melemahkan narasi pemerintahan Trump yang ingin segera membangun kembali infrastruktur minyak negara tersebut pasca-penangkapan Nicolas Maduro.
Politico mencatat bahwa Trump menjadikan upaya menarik perusahaan minyak AS untuk membangun kembali Venezuela sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Posisi Pesaing dan Sejarah
Situasi ini kontras dengan posisi Chevron Corporation yang memiliki riwayat pendekatan negosiasi yang berbeda di wilayah tersebut.
Seeking Alpha menyebutkan bahwa Chevron tetap bermitra saat Exxon dan ConocoPhillips memilih hengkang dua dekade lalu akibat nasionalisasi industri.
Sikap keras Trump ini menegaskan bahwa akses ke cadangan minyak Venezuela ke depan akan sangat bergantung pada keselarasan korporasi dengan agenda politik Washington.