Nasdaq Anjlok 4% Dihantam Aksi Jual Saham Cip

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Nasdaq Anjlok 4% Dihantam Aksi Jual Saham Cip

Share this article

Gotrade News - Indeks Nasdaq anjlok 4,18% ke level 25.709,43 pada perdagangan Jumat (8/6/2026). Penurunan ini menjadi pelemahan harian terbesar Nasdaq sejak tahun 2025.

Aksi jual besar-besaran melanda saham semikonduktor di tengah kekhawatiran suku bunga tinggi. Sentimen negatif ini langsung menekan kinerja pasar saham AS secara keseluruhan.

Key Takeaways

  • Nasdaq turun 4,18% ke 25.709,43, penurunan harian terbesar sejak 2025.
  • Saham cip menjadi pemberat utama, dengan Marvell anjlok lebih dari 16%.
  • Laporan ketenagakerjaan AS Mei yang kuat memicu kekhawatiran suku bunga tetap tinggi.

Menurut Katadata, indeks S&P 500 ikut melemah 2,64% ke 7.383,74. Pelemahan itu menandai pekan negatif pertama S&P 500 dalam sepuluh pekan terakhir.

Baca juga: Siri Bertenaga Gemini Resmi Meluncur di WWDC 2026

Indeks Dow Jones turun 1,35% atau 695,15 poin ke level 50.866,78 pada sesi yang sama. Secara mingguan, Nasdaq tercatat ambles 4,7% sepanjang pekan ini.

Saham Cip Jadi Pemberat Utama

Saham semikonduktor menjadi sektor yang paling tertekan dalam gelombang aksi jual ini. Marvell (MRVL) anjlok lebih dari 16% dan menjadi penurun terdalam di sektornya.

Saham Broadcom (AVGO) turun sekitar 8% setelah merosot 12% pada hari sebelumnya. Sementara Micron (MU) jatuh 13% menyusul pelemahan 8% pada hari Kamis.

Baca juga: Saham Memori Melonjak, Sandisk Pimpin Reli Chip

Intel dan AMD juga sama-sama melemah sekitar 11% pada perdagangan tersebut. Aksi jual menyusul kegagalan Broadcom menaikkan proyeksi cip AI pada 3 Juni lalu.

Menurut ahli strategi Mark Hackett, posisi investor pada saham semikonduktor telah jauh melebihi target alokasi jangka panjang. Kondisi itu membuat sejumlah investor terdorong mengambil untung dari sektor cip.

Selain itu, rencana IPO SpaceX dengan valuasi USD1,77 triliun pada 12 Juni turut memicu penyesuaian likuiditas. Investor menggeser dana untuk mengantisipasi pencatatan saham besar tersebut.

Bayang-Bayang Suku Bunga The Fed

Dilansir kumparanBISNIS, laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran pasar. Investor khawatir The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kepala Ekonom Macquarie David Doyle menilai data tersebut terlalu baik bagi pasar. Menurutnya, kondisi ini bahkan meningkatkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga tahun ini.

Investor pun melakukan rotasi ke sektor defensif seperti kesehatan, utilitas, dan barang pokok. Saham seperti Kraft Heinz dan Keurig Dr Pepper menjadi tujuan perpindahan dana investor.

Analis turut memperingatkan bahwa valuasi saham kecerdasan buatan berpotensi mengalami koreksi. Mereka membandingkan kondisi saat ini dengan gelembung dotcom di masa lalu.

Melansir Bloomberg Technoz, Presiden Trump menyatakan tidak ada alasan untuk menaikkan suku bunga. Calon pilihannya, Kevin Warsh, akan memimpin rapat FOMC pertamanya pada 16-17 Juni.

Trump menegaskan pasar justru turun ketika ada laporan ekonomi yang bagus belakangan ini. Ia menilai persepsi soal kenaikan suku bunga itu keliru dan tidak berdasar.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade