Revisi HPM Nikel, Freeport Buka GBC, Target ANTAM 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Revisi HPM Nikel, Freeport Buka GBC, Target ANTAM 2026

Share this article

Gotrade News - Kementerian ESDM menerbitkan keputusan No. 144/2026 yang merevisi harga patokan mineral (HPM) untuk sejumlah komoditas tambang. Kebijakan baru ini berlaku mulai 15 April 2026, mengubah acuan harga bijih nikel, bauksit, hingga pasir besi.

Revisi HPM mencakup penyesuaian faktor koreksi dan penambahan mineral pendamping pada bijih nikel. Selain itu, satuan bijih mineral dan pasir besi diubah dari US$/dry metric ton menjadi US$/wet metric ton.


Key Takeaways:
  • ESDM revisi HPM lewat keputusan No. 144/2026, berlaku 15 April 2026, mencakup bijih nikel, bauksit, kobalt, dan mineral lainnya.
  • PT Freeport Indonesia buka kembali Grasberg Block Cave secara terbatas; blok 1 masih tutup hingga perbaikan rampung di Q1 2027.
  • ANTAM targetkan produksi bijih nikel 18,1 juta ton dan emas 935 kg di 2026, naik signifikan dibanding 2025.

Perubahan faktor silika pada HPM bijih bauksit juga menjadi bagian dari revisi ini. Pemerintah menyasar 10 komoditas, termasuk bijih kobalt, tembaga, mangan, kromium, dan konsentrat besi.

Sementara itu, PT Freeport Indonesia (PTFI) membuka kembali Grasberg Block Cave (GBC) secara terbatas setelah longsor September 2025 memaksa penutupan operasional. CEO Tony Wenas menyebut blok 2 dan 3 sudah kembali berproduksi dengan kapasitas terbatas.

Blok 1 GBC masih ditutup karena membutuhkan perbaikan menyeluruh yang dijadwalkan dimulai Mei 2026. Rehabilitasi blok 1 ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2027, sehingga produksi penuh belum bisa dicapai dalam waktu dekat.

Saham induk Freeport-McMoRan (FCX) di pasar AS menjadi acuan investor global yang memantau kinerja PTFI. Pembukaan kembali GBC secara parsial menjadi sinyal awal pemulihan, meski kapasitas penuh masih ditunggu.

Di sisi lain, PT Aneka Tambang (ANTAM) menetapkan target produksi ambisius dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Target bijih nikel dipatok 18,1 juta ton, naik 12,7% dibanding realisasi 2025.

Produksi emas ANTAM ditargetkan mencapai 935 kg, melonjak 25,8% dari 743 kg yang tercatat pada 2025. Target bauksit pun turut dinaikkan drastis menjadi 4,9 juta wmt, atau sekitar 70% di atas realisasi 2025 sebesar 2,8 juta ton.

Direktur ANTAM Untung Budiharto menyatakan bahwa seluruh target telah disusun sesuai kerangka RKAB yang berlaku. Namun, RKAB bauksit anak usaha PT Mega Citra Utama masih menunggu persetujuan dari kementerian terkait.

Konteks Pasar Global

Nikel global masih berada di bawah tekanan akibat oversupply dari Indonesia dan melemahnya permintaan dari Tiongkok. Revisi HPM dapat memengaruhi daya saing harga bijih nikel Indonesia di pasar ekspor.

Investor yang mengikuti sektor pertambangan juga memantau saham Vale (VALE) dan BHP (BHP) sebagai tolok ukur tren komoditas global. Pergerakan harga nikel dan tembaga dunia tetap menjadi faktor penentu profitabilitas emiten tambang dalam negeri.

Reformasi regulasi HPM dan pemulihan operasi Grasberg menciptakan gambaran campuran bagi sektor tambang Indonesia. Investor disarankan mencermati perkembangan persetujuan RKAB ANTAM dan jadwal rehabilitasi blok 1 GBC sebagai katalis berikutnya.


Sources:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade