Nikkei 225 Tembus 65.000, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Nikkei 225 Tembus 65.000, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Share this article

Gotrade News - Indeks Nikkei 225 Jepang menembus 65.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pada perdagangan hari ini. Indeks acuan Tokyo itu melonjak 3,3% ke rekor 65.408,87 didorong harapan damai Iran.

Reli dipicu sinyal negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz antara administrasi Trump dan Teheran. Harga minyak anjlok, dolar AS melemah, dan aset berisiko Asia kompak menguat sepanjang sesi.

Key Takeaways

  • Nikkei 225 cetak rekor di 65.408,87, naik 3,3% dalam satu sesi perdagangan.
  • TOPIX juga menembus rekor 3.953,89 dengan kenaikan 1,6% pada hari yang sama.
  • Saham semikonduktor Jepang seperti Renesas dan Rohm memimpin reli dengan lonjakan dua digit.

Menurut Investing.com, indeks TOPIX yang lebih luas turut menembus rekor di 3.953,89. Kenaikan 1,6% itu menegaskan luasnya partisipasi pelaku pasar dalam reli hari ini.

Reli dipicu pernyataan Presiden Donald Trump terkait memorandum Selat Hormuz. Ia menyebut negosiasi dengan Iran sudah berjalan jauh meski belum menyelesaikan kesepakatan formal.

Saham Chip Memimpin Reli Tokyo

Sektor semikonduktor Jepang menjadi motor utama penguatan indeks pada sesi ini. Renesas Electronics melonjak 10%, sementara Rohm Ltd menguat 10,16% dalam satu hari perdagangan.

Sentimen positif merembet dari pendapatan kuat chipmaker AS pada laporan kuartalan terbaru. Investor global memburu eksposur teknologi Jepang sebagai pelengkap rotasi ke sektor chip seperti NVIDIA (NVDA).

Saham konglomerat elektronik Sony (SONY) turut menikmati arus pembelian asing yang deras. Investor melihat eksportir Jepang diuntungkan dari pelemahan yen terhadap dolar AS.

ETF berbasis ekuitas Jepang seperti iShares MSCI Japan ETF (EWJ) menjadi gerbang masuk investor global. Produk itu memberikan eksposur luas ke pasar Jepang dalam satu instrumen perdagangan.

Minyak Anjlok, Asia Kompak Menguat

Harga minyak Brent turun lebih dari 4% ke bawah 100 dolar AS per barel. Kontrak WTI bahkan terkoreksi 5,59% saat premi risiko geopolitik mengempis cepat.

Dilansir Tribune India, dolar AS melemah saat investor keluar dari aset lindung nilai. Aliran dana berpindah ke ekuitas Asia yang dinilai lebih atraktif secara valuasi.

Pasar Asia lain mengikuti irama positif Tokyo sepanjang sesi perdagangan reguler. Shanghai Composite naik 0,6%, CSI 300 menguat 1%, dan S&P/ASX 200 Australia menambah 0,5%.

Straits Times Singapura naik 0,4% dan Nifty 50 India melompat 1% pada hari yang sama. Bursa Hong Kong serta Korea Selatan tutup karena libur nasional di kedua yurisdiksi.

Taiex Taiwan turut mencetak rekor tertinggi setelah menembus level 43.000 untuk pertama kalinya. Reli serempak menandakan rotasi global kembali ke pasar Asia di luar sektor energi.

Pasar saham AS tutup pada Senin untuk peringatan Memorial Day di seluruh negeri. Investor menanti pembukaan Wall Street untuk konfirmasi keberlanjutan momentum reli Asia.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade