Gotrade News - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan Iran soal opsi 'cara lain' jika negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan. Pernyataan ini muncul di tengah harapan damai yang mendorong reli saham Asia dan koreksi tajam harga minyak global.
Pasar merespons positif kerangka perundingan 60 hari yang membuka peluang Selat Hormuz kembali beroperasi normal. Saham defense AS dan energi menjadi sektor yang paling sensitif terhadap arah perundingan ini.
Key Takeaways
- Rubio menegaskan AS siap menempuh 'cara lain' jika Iran menolak kerangka kesepakatan dalam 60 hari.
- Nikkei 225 menembus level 65.000 untuk pertama kalinya, naik 3,3% berkat harapan damai.
- Brent crude jatuh di bawah 100 dolar per barel, mencatat level terendah dalam dua minggu.
Menurut Investing.com, Rubio menyatakan AS akan 'memiliki kesepakatan yang baik dengan Iran atau menghadapi negara itu dengan cara lain'. Ia juga menyinggung 'hal yang cukup solid di meja terkait kemampuan mereka untuk membuka selat'.
Presiden Donald Trump menyatakan blokade angkatan laut akan tetap berlaku penuh sampai kesepakatan final ditandatangani. Kerangka perundingan memberi waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk menuntaskan poin-poin yang masih berbeda.
Sinyal Damai dan Risiko Pasar Minyak
Iran setuju 'pada prinsipnya' untuk membuka Selat Hormuz sebagai imbalan pencabutan blokade angkatan laut AS. Selat ini sebelumnya menampung seperlima dari total pengiriman minyak dan LNG global.
Sinyal damai langsung menekan harga minyak global. Brent crude turun lebih dari 4 persen menembus level di bawah 100 dolar per barel, sementara WTI anjlok 5,59 persen pada sesi yang sama.
Koreksi ini menjadi tantangan bagi saham produsen minyak besar seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX). Margin penyulingan dan pendapatan upstream berpotensi tertekan jika harga minyak bertahan di bawah 100 dolar.
Isu yang masih diperdebatkan mencakup ambisi nuklir Iran dan perang Israel-Hizbullah di Lebanon. Pelucutan stok uranium pengayaan tinggi Iran tetap menjadi titik buntu utama dalam perundingan ini.
Konflik tiga bulan dimulai 28 Februari 2026 dan gencatan senjata rapuh berlaku sejak awal April. Pencabutan sanksi dan pelepasan pendapatan minyak Iran senilai puluhan miliar dolar juga masuk dalam paket negosiasi.
Reli Asia dan Pergeseran Sektor Pertahanan
Dilansir Investing.com, Nikkei 225 melonjak 3,3 persen ke rekor tertinggi 65.408,87. Reli ini dipicu optimisme pasar atas peluang gencatan senjata permanen.
Trump menyatakan memorandum terkait Selat Hormuz telah 'sebagian besar dinegosiasikan'. Namun ia mengingatkan pihaknya 'tidak terburu-buru' untuk segera menyelesaikan seluruh poin kesepakatan.
Pergeseran sentimen ini berpotensi menekan kinerja saham defense AS seperti Lockheed Martin (LMT). Investor mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang valuasi kontraktor pertahanan utama.
Meski demikian, posisi Rubio yang tetap mempertahankan opsi 'cara lain' membuat sektor defense belum sepenuhnya ditinggalkan investor. Risiko kegagalan perundingan dalam jendela 60 hari masih membayangi pasar.












