Gotrade News - SoftBank Group menerbitkan obligasi hybrid senilai 260 miliar yen atau sekitar 1,6 miliar dolar AS. Penawaran obligasi ini menyasar investor ritel Jepang dengan opsi penundaan pembayaran bunga.
Langkah ini memperkuat pendanaan strategi investasi kecerdasan buatan (AI) Masayoshi Son di tengah ekspansi Stargate. Penerbitan ini melanjutkan tren konglomerat Jepang menggalang dana ritel untuk membiayai taruhan teknologi besar.
Key Takeaways
- Obligasi hybrid 260 miliar yen menyasar investor ritel Jepang dengan tenor 35 tahun.
- Kupon sementara 4,80-5,60% per tahun, tetap lima tahun pertama lalu mengambang.
- Dana digunakan untuk melunasi obligasi hybrid berdenominasi dolar AS jatuh tempo 2027.
Detail Struktur Obligasi
Menurut siaran pers SoftBank Group, obligasi seri ke-9 ini bertenor 35 tahun dengan jatuh tempo 19 Juni 2061. Periode penawaran berlangsung 8-18 Juni 2026, dengan tanggal penerbitan 19 Juni 2026.
Penjamin emisi meliputi SMBC Nikko, Mitsubishi UFJ Morgan Stanley, SBI Securities, Nomura, dan Mizuho. SoftBank dapat menebus obligasi pada setiap tanggal pembayaran bunga setelah 19 Juni 2031.
Tingkat suku bunga final akan ditentukan pada 5 Juni 2026 mengikuti hasil pemasaran. Struktur ini memberi fleksibilitas pendanaan jangka panjang dengan beban bunga awal yang terkunci.
Dilansir Bloomberg, peringkat awal obligasi ini BBB+ dari Japan Credit Rating Agency. Obligasi memenuhi syarat 50% perlakuan ekuitas dari lembaga pemeringkat.
Pendanaan untuk Ekspansi AI
Dana penerbitan akan melunasi obligasi hybrid berdenominasi dolar AS yang mencapai tanggal panggilan pertama pada Juli 2027. Strategi ini menggeser beban utang valuta asing ke yen domestik.
Penerbitan ini mengikuti aksi April 2026 senilai 418 miliar yen atau sekitar 2,6 miliar dolar AS. Aksi tersebut mencatat kupon rekor 4,97% untuk obligasi hybrid SoftBank.
Total penerbitan obligasi ritel kumulatif SoftBank kini mendekati 10 triliun yen atau sekitar 64 miliar dolar AS. Angka ini menegaskan investor ritel Jepang sebagai sumber pendanaan strategis grup.
Dana mendukung strategi investasi AI Masayoshi Son termasuk proyek Stargate kemitraan dengan OpenAI dan Oracle (ORCL). Stargate menjadi tulang punggung ambisi infrastruktur komputasi AI SoftBank.
Investasi SoftBank juga mencakup eksposur pada Arm Holdings (ARM) sebagai pemegang saham mayoritas. Permintaan chip AI mendorong valuasi Arm sepanjang siklus belanja modal hyperscaler.
Posisi SoftBank di ekosistem chip semakin terkait dengan permintaan akselerator NVIDIA (NVDA). Kapasitas pendanaan ritel domestik memberi SoftBank ruang manuver di siklus capex AI global.
Melansir Bloomberg, penerbitan ini mempertegas tren konglomerat Jepang memanfaatkan investor individu untuk taruhan teknologi besar. Suku bunga ritel Jepang yang relatif rendah membuat struktur seperti ini menarik bagi pendana.












