Gotrade News - Investasi infrastruktur AI kembali menjadi katalis utama pasar. Kesepakatan besar antara Anthropic dan CoreWeave mendorong serangkaian saham AI menguat, sementara Nvidia menegaskan proyeksi belanja data center global yang ambisius.
Key Takeaways:
- Nvidia memproyeksikan belanja infrastruktur data center global akan mencapai $3 hingga $4 triliun pada 2030. Saham NVDA naik 1.100% sejak 2023 dengan pertumbuhan pendapatan 73% YoY dan margin yang terus meningkat.
- Anthropic menandatangani kesepakatan multi-tahun dengan CoreWeave untuk kapasitas komputasi AI skala besar. CRWV melonjak 6,29% ke $117,20 sebagai respons langsung atas berita ini.
- Delapan saham AI tercatat menguat signifikan pekan ini: AMZN +3,83%, GOOGL +3,57%, MSFT +2,28%, AVGO naik ke $380,41, MRVL +1,93%, MU +9,01%, dan NVDA +3,75%.
8 Saham yang Terdampak Positif dari Permintaan Komputasi AI
Kesepakatan multi-tahun Anthropic dengan CoreWeave menjadi katalis langsung bagi serangkaian saham yang terkait dengan infrastruktur AI. CoreWeave (CRWV) memimpin kenaikan dengan lonjakan 6,29% ke level $117,20.
Amazon (AMZN) naik 3,83% ke $249,08, mencerminkan posisinya sebagai penyedia cloud utama yang juga berinvestasi besar-besaran dalam kapasitas komputasi AI. Alphabet (GOOGL) mengikuti dengan kenaikan 3,57% ke $332,79 di tengah ekspansi infrastruktur AI Google yang terus berlanjut.
Microsoft (MSFT) naik 2,28% ke $393,12, sementara Broadcom (AVGO) menguat ke $380,41 — keduanya diuntungkan oleh meningkatnya permintaan chip dan perangkat keras khusus AI. Marvell Technology (MRVL) naik 1,93% ke $133,83.
Micron Technology (MU) menjadi salah satu outperformer dengan kenaikan 9,01% ke $465,00 — mencerminkan permintaan memori bandwidth tinggi yang diperlukan oleh sistem AI generasi terbaru. Nvidia (NVDA) sendiri naik 3,75% ke $196,42.
Untuk investor yang ingin eksposur terdiversifikasi ke tema AI, dua ETF layak dipertimbangkan. Xtrackers Artificial Intelligence and Big Data ETF (XAIX) memiliki bobot lebih tinggi ke saham AI murni, sementara Global X Artificial Intelligence and Technology ETF (AIQ) menawarkan diversifikasi lebih luas ke perusahaan teknologi yang mengadopsi AI.
Italia juga bergerak di arena ini dengan mengalokasikan 211 juta euro untuk pengembangan 2D Photonics — teknologi semikonduktor generasi berikutnya yang berpotensi merevolusi kecepatan dan efisiensi komputasi AI.
Mengapa Nvidia Masih Punya Ruang Tumbuh Besar
Nvidia (NVDA) telah naik lebih dari 1.100% sejak 2023, namun analis berpendapat momentum pertumbuhan belum berakhir. Pendapatan Nvidia tumbuh 73% YoY, dengan margin yang terus meningkat.
Margin kotor diperkirakan mencapai 79% di Q1 dan 85% di Q2 — angka yang luar biasa untuk perusahaan hardware. Secara valuasi, NVDA diperdagangkan pada 38x trailing earnings dan 22x forward earnings.
Proyeksi Nvidia soal belanja data center global yang akan mencapai $3-4 triliun pada 2030 bukan sekadar optimisme — ini adalah proyeksi berbasis komitmen capex yang sudah diumumkan oleh hyperscaler seperti Amazon, Microsoft, dan Google. Total komitmen yang teridentifikasi sudah melampaui $1 triliun.
Dengan posisi Nvidia sebagai penyedia GPU dominan untuk pelatihan model AI skala besar, pertumbuhan belanja infrastruktur ini secara langsung menguntungkan lini produk data center mereka yang saat ini menjadi segmen terbesar dan paling menguntungkan.
Sources:
- Motley Fool, Anthropic Needs More AI Compute, 2026
- Motley Fool, Nvidia's Stock Is Up Over 1,100%, 2026
- Motley Fool, Xtrackers AI and Big Data ETF, 2026












