Gotrade News - Pasar saham AS bergerak datar pada Selasa pagi menjelang laporan keuangan Nvidia yang akan rilis Rabu. Investor menanti sinyal arah belanja infrastruktur kecerdasan buatan dari pemasok chip terbesar dunia tersebut.
Sentimen pasar tertekan kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik Timur Tengah yang membayangi prospek pemangkasan suku bunga The Fed. Rotasi keluar dari saham berisiko membebani sektor teknologi dan semikonduktor secara luas.
Key Takeaways
- S&P 500 Futures bertahan di 7.425,50 sementara Nasdaq 100 Futures melemah 0,1% jelang rilis Nvidia.
- Blackstone dan Google membentuk usaha patungan TPU Cloud dengan komitmen modal awal USD 5 miliar.
- Nebius Group melonjak 400% dalam setahun didukung investasi ekuitas Nvidia senilai USD 2 miliar.
Indeks Nasdaq turun 0,5% pada sesi reguler Senin sementara S&P 500 melemah tipis 0,1%. Saham Nvidia (NVDA) sendiri terkoreksi sekitar 1,3% menjelang rilis kinerja kuartalan.
Menurut Investing.com, investor khawatir kenaikan harga minyak akan memperlambat laju penurunan inflasi. Presiden Trump menunda rencana serangan ke Iran, namun ketegangan kawasan tetap memberikan tekanan pada aset berisiko.
Aliansi Google dan Blackstone Bangun TPU Cloud
Dilansir Business Wire, Blackstone (BX) dan Google (GOOGL) mengumumkan usaha patungan layanan komputasi TPU berbasis AS. Skema bisnisnya menawarkan kapasitas data center plus Tensor Processing Units Google Cloud sebagai compute-as-a-service.
Blackstone menyuntikkan modal ekuitas awal USD 5 miliar untuk membangun kapasitas 500 megawatt pada 2027. Benjamin Treynor Sloss ditunjuk menjadi CEO entitas baru yang menggabungkan kekuatan infrastruktur dua raksasa tersebut.
Presiden Blackstone Jon Gray menyebut kerja sama ini sebagai peluang generasional untuk menanamkan modal skala besar di infrastruktur AI. Blackstone tercatat mengelola dana lebih dari USD 1,3 triliun dan merupakan penyedia data center terbesar dunia.
CEO Google Cloud Thomas Kurian menambahkan kemitraan ini menjawab permintaan TPU yang dirancang khusus untuk efisiensi dan kinerja era AI. Komitmen modal sebesar ini menandakan keyakinan tinggi terhadap permintaan kapasitas komputasi jangka panjang.
Reli Nebius Cerminkan Antusiasme Investor AI
Melansir Motley Fool, Nebius Group (NBIS) melonjak lebih dari 400% dalam satu tahun terakhir. Perusahaan ini mendapat investasi ekuitas USD 2 miliar dari Nvidia yang memperkuat posisinya di pasar AI cloud.
Pendapatan Nebius pada kuartal pertama 2026 mencapai USD 399 juta atau tumbuh 684% secara tahunan. Segmen inti AI cloud menyumbang USD 390 juta dengan pertumbuhan fenomenal sebesar 841% year-on-year.
Annualized revenue run rate perusahaan kini menyentuh USD 1,92 miliar dengan margin EBITDA segmen AI cloud 45%. Adjusted EBITDA tercatat untung USD 130 juta, berbalik dari rugi USD 54 juta pada periode sebelumnya.
Nebius juga mengamankan kontrak dengan Meta senilai hingga USD 27 miliar selama lima tahun. Tambahan kesepakatan dengan Microsoft berkisar USD 17,4 miliar hingga USD 19,4 miliar memperkuat backlog pendapatan jangka panjang.
Panduan belanja modal 2026 dipatok di rentang USD 20-25 miliar untuk mendukung ekspansi kapasitas. Analis Motley Fool tetap merekomendasikan investor menunggu di garis pinggir karena valuasi dinilai sudah priced for perfection.
Ketiga peristiwa ini menegaskan pergeseran modal masif menuju infrastruktur AI di tengah volatilitas jangka pendek pasar saham. Hasil laporan Nvidia akan menjadi penentu arah sentimen sektor teknologi pada sisa pekan ini.












