Nvidia Cetak Pendapatan Rekor USD96,2 Miliar Kuartal Kedua

Gotrade News - Nvidia mencatat kinerja keuangan rekor dengan pendapatan USD96,2 miliar pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 yang berakhir 26 Juli 2026, namun sahamnya justru melemah setelah laporan dirilis. Menurut rilis resmi Nvidia, angka tersebut naik 18% dari kuartal sebelumnya dan melonjak 106% dari periode yang sama tahun lalu, ditopang permintaan chip kecerdasan buatan (AI) yang terus membesar. Meski demikian, respons pasar terbelah, dengan sebagian investor menilai proyeksi penjualan perusahaan kurang memuaskan.
Key Takeaways
- Pendapatan Nvidia mencapai USD96,2 miliar, naik 106% secara tahunan menurut rilis resmi perusahaan.
- CFO Colette Kress memproyeksikan pertumbuhan sekitar 70% pada tahun fiskal 2028, di atas perkiraan analis.
- Saham Nvidia turun dan Wall Street bergerak variatif di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed pada Desember.
Pendapatan Data Center Tembus USD89 Miliar
Kekuatan utama kinerja Nvidia (NVDA) datang dari segmen Data Center. Menurut rilis resmi Nvidia, pendapatan segmen ini menembus USD89,0 miliar, naik 18% dibanding kuartal sebelumnya dan melesat 117% secara tahunan. Laba per saham (EPS) diluted GAAP tercatat USD2,46, sementara EPS non-GAAP berada di USD2,22. Sepanjang kuartal, perusahaan juga mengembalikan sekitar USD26,0 miliar kepada pemegang saham melalui pembelian kembali saham (buyback) dan dividen tunai.
Untuk kuartal berikutnya (Q3 fiskal 2027), Nvidia memberikan panduan pendapatan sebesar USD108,0 miliar dengan toleransi plus atau minus 2%, serta margin kotor GAAP dan non-GAAP di level 74,0% dengan toleransi 50 basis poin. Dalam rilis resminya, CEO Jensen Huang menegaskan momentum bisnis AI dengan menyatakan "AI has reached its inflection point. It's doing useful work. Its tokens are productive and profitable" (AI telah mencapai titik baliknya, mengerjakan pekerjaan yang berguna dan menghasilkan keuntungan). Huang juga menyoroti platform Vera Rubin yang mulai naik ke produksi penuh.
Proyeksi Pertumbuhan 70% dan Reaksi Wall Street
Prospek jangka panjang perusahaan menjadi sorotan utama. CFO Colette Kress dalam panggilan hasil kuartalan, seperti dilaporkan Bloomberg Technoz, memperkirakan pendapatan akan tumbuh sekitar 70% pada tahun fiskal 2028. Angka ini berada di atas perkiraan analis sebelumnya yang berkisar 45% untuk periode yang sama. Kress menambahkan bahwa Nvidia bisa tumbuh lebih cepat dengan akses pasokan (supply) yang lebih besar, dan menyebut "Perkiraan dari pelanggan menunjukkan bahwa pertumbuhan kami akan berlipat ganda tahun depan." Melansir Bloomberg Technoz, outlook ini meredakan kekhawatiran investor soal potensi gelembung (bubble) di ekonomi AI, sentimen yang turut memengaruhi emiten semikonduktor lain seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan Taiwan Semiconductor (TSM).
Kendati fundamentalnya solid, reaksi bursa justru tertahan. Dilansir Bloomberg Technoz, Wall Street berfluktuasi setelah laporan dirilis, dan saham Nvidia turun karena sebagian investor menilai proyeksi penjualannya kurang memuaskan. Dow Jones Industrial Average melemah 113,52 poin atau 0,21% ke 53.463,88, S&P 500 turun tipis 1,58 poin atau 0,02% ke 7.675,70, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 21,10 poin atau 0,08% ke 26.130,20.
| Indikator | Nilai |
| Pendapatan Total | USD96,2 miliar (+106% YoY) |
| Pendapatan Data Center | USD89,0 miliar (+117% YoY) |
| EPS GAAP | USD2,46 |
| Panduan Q3 FY2027 | USD108,0 miliar (+/- 2%) |
Melansir Bloomberg Technoz, pasar uang kini telah sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, dengan obligasi pemerintah AS tenor pendek ikut melemah. Kombinasi kinerja rekor dan panduan agresif Nvidia di satu sisi, serta tekanan makro dari arah kebijakan moneter di sisi lain, membuat pergerakan indeks utama Wall Street bergerak variatif pada Kamis (27/08).
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














