Nvidia Luncurkan Chip RTX Spark dan Cosmos 3 di COMPUTEX
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Nvidia (NVDA) meluncurkan chip RTX Spark untuk laptop Windows dan model AI Cosmos 3 di COMPUTEX Taiwan. Pengumuman ini menandai langkah agresif Nvidia memasuki pasar prosesor PC dan platform AI fisik secara bersamaan.
Strategi ganda ini membawa Nvidia berhadapan langsung dengan Intel (INTC) di segmen laptop premium. Investor menilai inisiatif tersebut memperluas mesin pertumbuhan Nvidia di luar pasar chip data center.
Poin Utama
Nvidia memperkenalkan chip RTX Spark dengan prosesor N1X untuk laptop Windows.
Microsoft, HP, Dell, Lenovo, Asus, Acer, dan MSI akan mengadopsi chip baru ini.
Model AI Cosmos 3 dilatih dengan 20 triliun token data multimodal untuk robotika.
Menurut Investing.com, CEO Jensen Huang memperkenalkan lini superchip RTX Spark dalam pidato utama di konferensi COMPUTEX. Chip ini menggunakan prosesor N1X yang dirancang bersama Microsoft (MSFT).
Prosesor N1X dikembangkan oleh perusahaan Taiwan MediaTek berbasis platform Arm. Huang menyatakan chip tersebut dirancang khusus untuk menjalankan agen kecerdasan buatan secara lokal di perangkat.
Pertarungan Laptop Windows
Microsoft akan menyematkan chip baru ini pada laptop Surface generasi berikutnya. Vendor besar lain seperti HP, Dell, Lenovo, Asus, Acer, dan MSI juga akan meluncurkan produk berbasis RTX Spark.
Langkah ini menempatkan Nvidia bersaing langsung dengan Intel dan AMD di pasar prosesor PC. Laptop bertenaga Nvidia juga berpotensi menyaingi lini Macbook milik Apple di segmen premium.
Huang turut memperkenalkan chip khusus bernama Vera untuk menjalankan agen AI. Dia mengklaim Vera mampu menyelesaikan tugas agentik 80 persen lebih cepat dibandingkan teknologi yang ada saat ini.
Nvidia juga mengumumkan bahwa platform AI generasi berikutnya, Vera Rubin, telah memasuki produksi penuh. Pengiriman komersial dijadwalkan dimulai pada musim gugur tahun ini.
Model Dunia Cosmos 3
Dilansir Axios, Nvidia juga meluncurkan Cosmos 3 sebagai model AI dunia terbuka. Model ini membantu robot dan kendaraan otonom memahami serta memprediksi lingkungan fisik di dunia nyata.
Cosmos 3 dilatih menggunakan 20 triliun token data multimodal dari berbagai sumber. Data tersebut mencakup hampir satu miliar gambar, 400 juta video nyata serta sintetis, audio, teks, dan data aksi.
Ming-Yu Liu, VP Cosmos Lab Nvidia, menjelaskan bahwa data aksi membedakan Cosmos dari generator video biasa. Model ini memodelkan cara mesin bergerak, bukan sekadar bagaimana sebuah adegan terlihat.
Nvidia merilis dua versi sekaligus untuk pengembang yang ingin membangun aplikasi robotika. Versi super menangani tugas akurasi fisika tinggi, sementara versi nano memberikan hasil dalam hitungan pecahan detik.
Pengembang dapat memakai Cosmos 3 untuk mensimulasikan aksi di lingkungan fisik. Mereka kemudian membangun model spesifik tugas di atasnya, mulai dari robot industri hingga kendaraan otonom.
Taruhan Nvidia adalah gelombang AI berikutnya tidak hanya menjawab pertanyaan atau membuat gambar. Sistem AI akan dituntut memprediksi, mensimulasikan, dan bertindak di dunia fisik secara mandiri.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.