Gotrade News - Otoritas Jasa Keuangan menerima dua paket calon direksi Bursa Efek Indonesia menjelang penutupan seleksi pada 4 Mei 2026. Proses verifikasi administratif tengah berjalan sebelum tahap fit and proper test dimulai.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menegaskan dua paket sudah resmi masuk meski tenggat belum tutup. Hasil verifikasi akan diteruskan ke Rapat Umum Pemegang Saham yang dijadwalkan akhir Juni 2026.
Key Takeaways:
- Dua paket calon direksi BEI sudah resmi diterima OJK menjelang tenggat 4 Mei 2026
- OJK melakukan verifikasi administratif sebelum tahap fit and proper test dilanjutkan
- RUPS pengangkatan dijadwalkan akhir Juni 2026 sesuai ketentuan tata kelola
Hasan Fawzi menyebut OJK belum mengungkap nama calon karena periode pendaftaran masih berjalan. Penilaian tahap awal mengevaluasi kelengkapan dokumen administrasi sesuai persyaratan yang berlaku.
Setelah lolos administrasi, calon akan diuji kompetensi, integritas, dan pengalaman kepemimpinan di pasar modal. OJK juga membentuk panitia seleksi formal untuk mengawasi nominasi direksi BEI, KPEI, dan KSEI.
Susunan direksi BEI periode 2022 hingga 2026 saat ini dipimpin Pelaksana Tugas Direktur Utama Jeffrey Hendrik. Kepemimpinan baru akan menentukan arah pasar modal Indonesia di tengah tekanan reformasi MSCI.
Hasan menambahkan, jumlah paket akhir baru akan diumumkan setelah pendaftaran ditutup pada 4 Mei. RUPS sebagai tahap final akan menetapkan komposisi direksi terpilih untuk masa bakti berikutnya.
Bagi investor, transisi kepemimpinan BEI ini berdampak pada arah eksekusi reformasi pasar modal. Direksi baru akan memimpin penerapan free float 15 persen, transparansi UBO, dan persiapan demutualisasi BEI.
Proses seleksi dilakukan saat pasar modal Indonesia menghadapi tekanan dari rebalancing MSCI. Pelaku pasar memantau pergantian ini sebagai sinyal arah tata kelola bursa ke depan.












