Gotrade News - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan insentif fiskal bagi pelaku pasar modal jika Program PINTAR berjalan baik enam bulan ke depan. Insentif akan dievaluasi setelah OJK, BEI, dan KSEI menunjukkan kinerja transformasi yang nyata.
Pernyataan ini disampaikan saat membahas reformasi pasar modal di tengah tekanan global terhadap IHSG. Menurut Purbaya, dukungan fiskal hanya akan diberikan jika program transformasi memberi dampak ekonomi luas.
Key Takeaways:
- Purbaya beri sinyal insentif fiskal pasar modal setelah evaluasi enam bulan Program PINTAR
- Tiga regulator OJK, BEI, dan KSEI harus menunjukkan kinerja transformasi nyata
- Reformasi mencakup free float 15%, transparansi UBO, dan klasifikasi investor
Program PINTAR atau Program Investasi Terencana dan Berkala diarahkan menjangkau partisipasi rutin generasi muda. Saat ini pasar modal Indonesia mencatat sekitar 24,7 juta investor dengan dominasi Generasi Z.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut program ini menargetkan disiplin investasi periodik. Friderica menambahkan bahwa fokus PINTAR adalah membangun ekosistem ritel yang lebih kuat secara struktural.
Reformasi mencakup penaikan ambang free float minimum menjadi 15 persen bagi emiten tercatat. OJK juga mewajibkan pengungkapan Ultimate Beneficial Ownership dan klasifikasi investor lebih rinci.
Paket reformasi memperkuat penegakan sanksi terhadap manipulasi pasar dan kecurangan emiten. BEI sedang menyiapkan demutualisasi sebagai bagian dari penataan tata kelola jangka panjang.
Purbaya menyatakan, kalau programnya jalan bagus dalam enam bulan, pelaku pasar boleh datang minta insentif. Ia menegaskan akan menilai skala manfaat sebelum memutuskan bentuk insentif yang diberikan.
Bagi investor ritel, sinyal ini menunjukkan komitmen pemerintah memperkuat pasar modal jangka menengah. Pelaku pasar tetap perlu menunggu hasil evaluasi enam bulan sebelum berekspektasi pada pelonggaran fiskal.
Pasar modal Indonesia sedang merespons reformasi MSCI dan tekanan eksternal terhadap IHSG. Penguatan PINTAR diharapkan menjadi penopang partisipasi domestik yang lebih stabil.












