Jelang Laporan Keuangan Oracle, Cloud AI Jadi Sorotan

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Jelang Laporan Keuangan Oracle, Cloud AI Jadi Sorotan

Key Takeaways

  • Oracle merilis kinerja kuartal pertama fiskal 2027 pada Kamis (10/9) setelah pasar tutup.
  • Konsensus analis membidik pendapatan US$19,13 miliar dan laba per saham US$1,30.
  • Fokus utama investor adalah keberlanjutan pertumbuhan cloud dan realisasi pesanan raksasa.

Gotrade News - Oracle (ORCL) akan merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada Kamis (10/9) setelah pasar AS tutup, sesuai jadwal resmi yang diumumkan perusahaan. Konsensus analis membidik pendapatan sekitar US$19,13 miliar, naik sekitar 28% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laporan ini menjadi ujian penting bagi tesis pertumbuhan infrastruktur AI yang menopang reli saham teknologi AS beberapa bulan terakhir. Investor akan menyorot apakah lonjakan pesanan cloud Oracle benar-benar berubah menjadi pendapatan nyata di tengah belanja modal yang membengkak.

Konsensus Pendapatan US$19,13 Miliar

Menurut rangkuman konsensus analis yang dikutip moomoo, Oracle diperkirakan membukukan pendapatan US$19,13 miliar dengan laba per saham sekitar US$1,30. Kedua proyeksi itu mencerminkan pertumbuhan sekitar 28% secara tahunan dan melanjutkan momentum kuat dari tahun fiskal sebelumnya.

Baca juga: Apple Gelar Event Hari Ini, iPhone Lipat US$2.000 Dinanti

Manajemen Oracle sebelumnya memandu pertumbuhan pendapatan layanan cloud di kisaran 58% hingga 64% secara tahunan. Panduan itu menempatkan segmen infrastruktur cloud atau OCI sebagai mesin pertumbuhan utama yang paling dicermati pasar.

MetrikKonsensus Kuartal I FY2027
PendapatanUS$19,13 miliar (naik sekitar 28% YoY)
Laba per sahamUS$1,30
Panduan pertumbuhan cloud58% hingga 64% YoY

Backlog US$638 Miliar Jadi Sorotan

Selain angka kuartalan, investor akan menimbang sisa kewajiban kinerja atau remaining performance obligations Oracle yang dilaporkan mencapai US$638 miliar. Nilai backlog ini dianggap mencerminkan besarnya permintaan terhadap solusi berbasis AI, meski pasar tetap ingin bukti bahwa pesanan tersebut dapat direalisasikan menjadi pendapatan.

Ketergantungan Oracle pada pasokan chip berperforma tinggi membuat pelaku pasar mengaitkan prospek ini dengan pemasok seperti Nvidia (NVDA). Sebagai penantang utama di pasar cloud, Microsoft (MSFT) juga menjadi pembanding langsung bagi strategi infrastruktur Oracle.

Baca juga: Warga 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank

Karena laporan dirilis setelah pasar tutup, reaksi harga saham baru akan terlihat pada sesi perdagangan berikutnya. Bagi investor ritel, fokusnya bukan sekadar angka pendapatan, melainkan panduan manajemen soal keberlanjutan permintaan cloud pada kuartal mendatang.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku