Gotrade News - Pekan ini jadi salah satu minggu paling padat agenda di musim earnings Q1 2026. Notulensi FOMC, laporan keuangan Nvidia, dan data ritel raksasa AS bakal menentukan arah pasar dalam lima hari ke depan.
Setelah Kevin Warsh resmi menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed pada 15 Mei lalu, fokus investor langsung berpindah ke pertemuan FOMC terakhir era Powell. Pasar ingin membaca peta dissent di antara para anggota komite, terutama setelah data inflasi April yang lebih panas dari konsensus.
- Notulensi FOMC rilis Rabu (20 Mei), jadi panduan arah suku bunga di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
- Nvidia laporkan earnings 20 Mei, konsensus revenue $78 miliar dan EPS $1,77.
- Walmart, Home Depot, dan Target jadi barometer daya beli konsumen AS.
Agenda Ekonomi Pekan Ini
Kalender ekonomi pekan ini cukup ramai meski tanpa rilis CPI atau Non-Farm Payrolls. Notulensi FOMC jadi event paling ditunggu, terutama untuk mengukur seberapa hawkish nada para anggota komite saat pertemuan terakhir era Powell.
Berikut rilis data utama yang patut kamu pantau pekan ini:
- Rabu, 20 Mei: Notulensi FOMC dari pertemuan terakhir era Powell.
- Rabu, 20 Mei: Nvidia laporkan earnings fiscal Q1 2027 setelah pasar tutup.
- Kamis, 21 Mei: Housing Starts dan Building Permits untuk April.
- Kamis, 21 Mei: Flash PMI Manufaktur dan Jasa S&P Global untuk Mei.
- Kamis, 21 Mei: Klaim pengangguran mingguan.
Data PMI dan housing jadi indikator penting untuk membaca aktivitas ekonomi riil. PMI Manufaktur April naik ke level 54,5, terkuat sejak Mei 2022, dan pasar ingin melihat apakah momentum ini bertahan di Mei.
Sektor housing masih dalam fase tertekan. Building permits Maret tercatat 1,372 juta unit, anjlok 10,8% dari Februari, jadi sinyal lemahnya permintaan konstruksi baru.
Selain itu, pekan ini juga rilis ISM Services New Orders dan ISM Services Prices, dua data yang sering jadi indikator awal arah inflasi sisi jasa. Kombinasi PMI, housing, dan ISM ini akan membentuk gambaran utuh kondisi ekonomi AS jelang FOMC Juni.
Pasar juga akan mencerna pidato sejumlah pejabat Fed sepanjang pekan. Komentar pertama dari era Warsh berpotensi menggerakkan kurva obligasi secara signifikan kalau nadanya berbeda jauh dari era Powell.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Nvidia (NVDA) jadi laporan paling ditunggu pekan ini, rilis hasil fiscal Q1 2027 pada Rabu (20 Mei) setelah pasar tutup. Konsensus Wall Street menargetkan revenue $78 miliar dan EPS $1,77, naik sekitar 78% YoY.
Probabilitas Nvidia melebihi ekspektasi pasar berada di kisaran 90% berdasarkan data Polymarket. CEO Jensen Huang sebelumnya bilang penjualan chip AI Blackwell dan Vera Rubin bisa tembus $1 triliun di 2026 dan 2027.
Margin kotor jadi metrik penting yang dipantau analis selain revenue. Pasar ingin memastikan transisi Blackwell ke Vera Rubin tidak menekan margin di kuartal-kuartal mendatang.
Komentar guidance dari Jensen Huang soal capex hyperscaler juga jadi sorotan. Belanja AI dari Amazon, Microsoft, dan Google adalah penggerak utama tesis pertumbuhan Nvidia di paruh kedua 2026.
Selain Nvidia, ritel raksasa AS juga jadi sorotan pekan ini. Laporan mereka memberikan gambaran daya beli konsumen di tengah tekanan inflasi yang masih persisten.
Berikut perusahaan ritel yang laporkan pekan ini:
- Walmart (WMT) pada 21 Mei, Morgan Stanley pertahankan price target $140.
- Home Depot (HD) dan Lowe's (LOW), barometer pasar renovasi rumah AS.
- Target (TGT) dan TJX (TJX), indikator perilaku konsumen value-conscious.
Konsensus comparable sales Walmart di Q1 ada di 3,9%, ditopang migrasi konsumen kelas menengah-atas yang cari value. E-commerce dan bisnis iklan Walmart Connect juga jadi katalis cerita pertumbuhan.
Home Depot dan Target sebelumnya sudah memangkas outlook profit karena permintaan renovasi rumah dan kunjungan toko melemah. Hasil pekan ini akan menentukan apakah trennya berlanjut atau mulai membaik.
Selain ritel, Intuit (INTU), Analog Devices (ADI), dan Deere (DE) juga laporkan pekan ini. Trio ini memberikan gambaran lintas sektor mulai dari software pajak, semiconductor industrial, sampai mesin pertanian.
Sentimen Pasar
S&P 500 tutup di level 7.398,93 pada Jumat 8 Mei, mencatat kenaikan mingguan keenam berturut-turut, streak terpanjang sejak 2024. Posisi pasar di level rekor ini membuka ruang koreksi tajam kalau katalis negatif muncul.
Sentimen suku bunga berubah signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Trader sekarang melihat peluang Fed Rate naik 20% di Oktober dan 30% di Desember, terbalik dari ekspektasi cut yang dominan awal tahun.
Pergeseran ini didorong tiga faktor utama:
- Data inflasi April lebih panas dari konsensus, headline CPI naik 0,6% MoM.
- Anggota FOMC makin terbuka soal opsi rate hike, bukan hanya hold.
- Yield obligasi AS bergerak naik, terutama di tenor pendek.
Kevin Warsh sebagai Ketua Fed baru menghadapi tantangan langsung. Pasar membaca Warsh lebih terbuka pada cut dibanding Powell, tapi kondisi inflasi membatasi ruang manuvernya di paruh pertama 2026.
Buat kamu yang aktif trading saham AS, fokus utama pekan ini ada di reaksi pasar terhadap notulensi FOMC dan earnings Nvidia. Cek jadwal lengkap di Kalender Ekonomi Gotrade untuk antisipasi rilis data harian.
Volatility kemungkinan meningkat menjelang earnings Nvidia karena bobot saham ini terhadap indeks. Pergerakan satu hari di NVDA bisa langsung memengaruhi arah Nasdaq dan S&P 500.
Sektor yang berpotensi outperform pekan ini adalah ritel diskonto dan AI semiconductor, dua tema yang punya katalis spesifik dari rilis earnings. Sebaliknya, saham housing dan home improvement berpotensi tertekan kalau data Kamis di bawah konsensus.
Sources
Kiplinger, What to Look Out for in Economic Data This Week (May 18-22), 2026
The Motley Fool, Nvidia Reports Its Fiscal 2027 Q1 Earnings on May 20. Here's What to Expect., 2026
CNBC, Kevin Warsh comes into the Fed facing a big 'family fight' over cutting interest rates, 2026
The Motley Fool, Kevin Warsh Is the New Fed Chair and Rates May Not Drop This Year, 2026












