Jakarta, Gotrade News - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya memantau ketat gelombang protes yang meluas di Iran tanpa rencana intervensi militer mendadak. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa ketegangan internal tersebut bisa meluas menjadi konflik regional baru jika salah langkah.
Key Takeaways
-
Israel menganggap protes Iran saat ini sebagai masalah internal dan belum mengeluarkan instruksi darurat bagi warganya.
-
Analis menilai serangan dari luar justru berisiko menyatukan rakyat Iran melawan musuh bersama.
-
Fokus utama Teheran saat ini adalah memulihkan stabilitas domestik, bukan memulai perang terbuka.
Baca Juga: Belanja Langsung di Gemini: Langkah Baru Google Lawan OpenAI
Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan ancaman serangan, namun pihak militer Israel justru menahan diri untuk tidak mengubah pedoman keselamatan sipil. Menurut laporan AP News, militer Israel menegaskan bahwa gejolak saat ini murni dianggap sebagai urusan internal Iran.
Alasan Strategis Menahan Diri
Mantan pejabat intelijen Israel menilai serangan terbuka saat ini justru tidak menguntungkan secara strategis meski pertahanan Iran sedang terpecah. Mengalihkan perhatian Teheran ke musuh luar dikhawatirkan malah meredakan tekanan protes domestik yang sedang berlangsung.
Danny Citrinowicz, peneliti senior Institute for National Security Studies, menyebut prioritas utama Iran saat ini adalah mengembalikan ketenangan di dalam negeri. Menurutnya, kedua belah pihak belum memiliki keinginan untuk memulai ronde baru pertempuran setelah konflik 12 hari yang terjadi musim panas lalu.
Menahem Merhavy, pakar Iran dari Hebrew University, menambahkan bahwa serangan Iran ke Israel saat ini akan menjadi langkah bunuh diri bagi rezim tersebut. Kecuali ada pergerakan rudal balistik yang drastis, Israel diprediksi tidak akan campur tangan dalam waktu dekat.
Risiko Eskalasi dari Pihak Ketiga
Kendati demikian, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf telah memperingatkan bahwa AS dan Israel akan menjadi target sah jika serangan militer terjadi. Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan keras Trump di media sosial yang dikonfirmasi serius oleh Departemen Luar Negeri AS.
Citrinowicz memperingatkan bahwa serangan dari AS atau Israel justru bisa menjadi bumerang yang memperkuat patriotisme Iran. Hal ini berpotensi melemahkan gerakan protes masyarakat yang sedang menuntut perubahan rezim.
Konflik sebelumnya telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas nuklir Iran akibat bantuan bom bunker-buster dari AS. Kondisi tersebut membuat Israel merasa tujuan strategisnya terhadap program nuklir Iran sudah tercapai sehingga tidak ada urgensi mendesak untuk menyerang kembali.
Baca Juga: Trump Incar Greenland Demi Rare Earth, Tapi Ini Realitas Pahitnya
Referensi:
-
AP News, Iranian protests are growing. Israel is watching closely. Diakses pada 12 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












