Protes Iran Meluas, Israel Pilih Pantau Situasi Ketimbang Menyerang

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Protes Iran Meluas, Israel Pilih Pantau Situasi Ketimbang Menyerang

Jakarta, Gotrade News - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya memantau ketat gelombang protes yang meluas di Iran tanpa rencana intervensi militer mendadak. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa ketegangan internal tersebut bisa meluas menjadi konflik regional baru jika salah langkah.


Key Takeaways

  • Israel menganggap protes Iran saat ini sebagai masalah internal dan belum mengeluarkan instruksi darurat bagi warganya.

Baca juga: Gotrade Daily: Tekanan Big Tech & Minyak Tembus $100
  • Analis menilai serangan dari luar justru berisiko menyatukan rakyat Iran melawan musuh bersama.

  • Fokus utama Teheran saat ini adalah memulihkan stabilitas domestik, bukan memulai perang terbuka.


  • Baca Juga: Belanja Langsung di Gemini: Langkah Baru Google Lawan OpenAI

    Baca juga: AI Chip Race: AMD MI450 Tantang Dominasi Nvidia

    Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan ancaman serangan, namun pihak militer Israel justru menahan diri untuk tidak mengubah pedoman keselamatan sipil. Menurut laporan AP News, militer Israel menegaskan bahwa gejolak saat ini murni dianggap sebagai urusan internal Iran.

    Alasan Strategis Menahan Diri

    Mantan pejabat intelijen Israel menilai serangan terbuka saat ini justru tidak menguntungkan secara strategis meski pertahanan Iran sedang terpecah. Mengalihkan perhatian Teheran ke musuh luar dikhawatirkan malah meredakan tekanan protes domestik yang sedang berlangsung.

    Danny Citrinowicz, peneliti senior Institute for National Security Studies, menyebut prioritas utama Iran saat ini adalah mengembalikan ketenangan di dalam negeri. Menurutnya, kedua belah pihak belum memiliki keinginan untuk memulai ronde baru pertempuran setelah konflik 12 hari yang terjadi musim panas lalu.

    Menahem Merhavy, pakar Iran dari Hebrew University, menambahkan bahwa serangan Iran ke Israel saat ini akan menjadi langkah bunuh diri bagi rezim tersebut. Kecuali ada pergerakan rudal balistik yang drastis, Israel diprediksi tidak akan campur tangan dalam waktu dekat.

    Risiko Eskalasi dari Pihak Ketiga

    Kendati demikian, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf telah memperingatkan bahwa AS dan Israel akan menjadi target sah jika serangan militer terjadi. Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan keras Trump di media sosial yang dikonfirmasi serius oleh Departemen Luar Negeri AS.

    Citrinowicz memperingatkan bahwa serangan dari AS atau Israel justru bisa menjadi bumerang yang memperkuat patriotisme Iran. Hal ini berpotensi melemahkan gerakan protes masyarakat yang sedang menuntut perubahan rezim.

    Konflik sebelumnya telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas nuklir Iran akibat bantuan bom bunker-buster dari AS. Kondisi tersebut membuat Israel merasa tujuan strategisnya terhadap program nuklir Iran sudah tercapai sehingga tidak ada urgensi mendesak untuk menyerang kembali.

    Baca Juga: Trump Incar Greenland Demi Rare Earth, Tapi Ini Realitas Pahitnya

    Referensi:


    Disclaimer

    PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
    Rendy Andriyanto
    Ditulis oleh
    Rendy Andriyanto
    Welcome Rewards

    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade