Proyeksi IHSG Hari Ini Uji Level 6.000 di Tengah Reshuffle Kabinet

Ringkasan
-
IHSG ditutup turun 1,02% ke 6.009,50 pada Kamis (1/10/2026), dengan 450 saham melemah dan sektor teknologi turun 3,93%.
-
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak melemah di kisaran 5.851 hingga 5.647, dengan reshuffle kabinet sebagai sumber ketidakpastian jangka pendek.
-
Tekanan tambahan datang dari pelemahan rupiah ke Rp17.966 per dolar AS, arus keluar dana asing, dan harga minyak yang mendekati US$100 per barel.
Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (2/10/2026) setelah ditutup turun 1,02% ke 6.009,50 sehari sebelumnya. Menurut kumparan, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak melemah di kisaran 5.851 hingga 5.647, dengan reshuffle kabinet pada Kamis (1/10) sebagai sumber ketidakpastian jangka pendek.
IHSG Turun 1,02% ke 6.009, 450 Saham Merah
Dilansir JawaPos, IHSG pada Kamis (1/10) dibuka di 6.062,89 dan bergerak dalam rentang 5.973,16 hingga 6.095,23 sebelum ditutup di 6.009. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp10,57 triliun dengan volume 32,13 miliar saham, sementara 450 saham melemah, 206 menguat, dan 134 stagnan.
Sektor energi menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 0,31%. Sebaliknya, sektor teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar 3,93%, disusul transportasi yang turun 2,02% dan bahan baku yang melemah 1,99%.
Indikator | Kamis (1/10/2026) |
Penutupan IHSG | 6.009,50 (turun 1,02%) |
Rentang harian | 5.973,16 hingga 6.095,23 |
Nilai transaksi | Sekitar Rp10,57 triliun |
Saham turun / naik / stagnan | 450 / 206 / 134 |
Sektor terlemah | Teknologi (turun 3,93%) |
Reshuffle Kabinet Picu Ketidakpastian Kebijakan
Menurut kumparan, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai pelaku pasar masih perlu menilai kontinuitas kebijakan fiskal, investasi, hilirisasi, daya beli, serta koordinasi antarkementerian setelah reshuffle. Secara teknikal, ia mencatat indikator stochastics menunjukkan sinyal negatif, meski volume perdagangan meningkat.
"IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil karena pasar membutuhkan waktu untuk mencerna dampak reshuffle kabinet yang cukup besar," ujar Hendra Wardana, Founder Republik Investor, seperti dilansir IDX Channel.
Melansir IDX Channel, IHSG dibuka di 6.018 pada awal perdagangan Jumat. Hendra menyebut tekanan juga datang dari pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, dan harga minyak global yang mendekati US$100 per barel.
Yield Treasury AS 10 Tahun Turun ke 5,246%
Dari sisi global, kumparan mencatat yield Treasury AS bertenor 10 tahun turun 1,22% menjadi 5,246%, yang menjadi sentimen positif bagi pasar. Di saat yang sama, rupiah ditutup melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar AS pada Kamis.
Bagi investor yang memantau aset terkait dari pasar AS, eksposur saham Indonesia tersedia lewat ETF iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), sementara pergerakan yield obligasi pemerintah AS tenor menengah tercermin pada iShares 7-10 Year Treasury Bond ETF (IEF). Untuk cakupan negara berkembang yang lebih luas, termasuk Indonesia, terdapat Vanguard FTSE Emerging Markets ETF (VWO).
Proyeksi Teknikal MNC Sekuritas
Menurut kumparan, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berada pada bagian dari wave c dari wave (y) dengan area koreksi di rentang 5.850 hingga 5.911.
Proyeksi di atas merupakan pandangan analis masing-masing sekuritas dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














