Quantinuum Melantai di Nasdaq, Saham Kuantum Menguat
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Quantinuum milik Honeywell resmi melantai di bursa Nasdaq pada hari Kamis, tanggal 4 Juni 2026. Perusahaan komputasi kuantum itu berhasil meraih sekitar 1,68 miliar dolar AS lewat IPO yang diperbesar dari rencana awal.
Saham perdana dijual sebanyak 28 juta lembar pada harga 60 dolar AS untuk setiap lembarnya. Harga itu berada di atas kisaran pemasaran 53 sampai 55 dolar AS, menandakan minat investor yang sangat kuat.
Key Takeaways
Quantinuum debut di Nasdaq pada 4 Juni 2026 dengan IPO sekitar 1,68 miliar dolar AS.
Honeywell mempertahankan sekitar 48,1 persen hak suara setelah penawaran saham perdana.
Sentimen positif menjalar ke pemain kuantum lain seperti IBM dan Google.
Bank investasi J.P. Morgan dan Morgan Stanley bertindak sebagai pemimpin utama dalam penawaran saham perdana ini. Honeywell (HON) tetap memegang sekitar 48,1 persen hak suara perusahaan setelah seluruh transaksi rampung dilakukan.
Quantinuum terbentuk dari merger unit kuantum Honeywell (HON) bersama Cambridge Quantum pada tahun 2021 silam. Gabungan kedua entitas itu menjadikan Quantinuum salah satu nama paling besar di industri komputasi kuantum global.
Bagi Honeywell, pencatatan ini membuka nilai bisnis kuantum yang selama ini menempel pada konglomerat industrinya. Pasar kini dapat menilai unit kuantum tersebut secara terpisah dari lini bisnis penerbangan dan otomasi pabrik.
Pemerintah AS turut mengumumkan inisiatif komputasi kuantum berskala besar dengan nilai mencapai 2 miliar dolar AS. Rencana itu mencakup investasi langsung sekitar 100 juta dolar AS ke dalam Quantinuum sebagai mitra strategis.
Lembaga riset RIKEN asal Jepang menyumbang sekitar 60 persen dari total pendapatan Quantinuum sepanjang tahun 2025. Konsentrasi pelanggan setinggi itu menjadi risiko nyata yang patut dicermati oleh para calon investor baru.
Sentimen Kuantum Menjalar ke Pesaing
Debut Quantinuum ikut mengangkat sentimen positif di seluruh sektor komputasi kuantum yang jauh lebih luas. Menurut Investing.com, momentum di industri ini tengah menguat tajam sepanjang tahun berjalan.
Saham IonQ tercatat naik sekitar 52 persen sepanjang 2026 dengan nilai pasar mendekati angka 25,47 miliar dolar AS. Analis Kat Liu menilai dukungan pemerintah sangat penting karena kuantum kini dipandang sebagai teknologi strategis nasional.
Bagi investor di Indonesia, dua nama kuantum yang tersedia di Gotrade adalah IBM (IBM) dan Alphabet (GOOGL). Kedua raksasa teknologi itu kini menjadi pintu masuk paling praktis ke tema investasi komputasi kuantum.
IBM telah lama menjadi pelopor dalam riset komputer kuantum berskala besar selama bertahun-tahun terakhir. Perusahaan terus memperluas armada prosesor kuantum yang dapat diakses para peneliti melalui layanan komputasi awan miliknya.
Alphabet melalui Google juga mengembangkan prosesor kuantum yang kerap menjadi tolok ukur penting di industri. Investasi besar kedua perusahaan itu menempatkan mereka di garis depan perlombaan teknologi kuantum tingkat dunia.
Jim Cramer menyebut D-Wave Quantum mungkin layak dimiliki dan bisa menguat lebih jauh setelah pencatatan Quantinuum. Dilansir Insider Monkey, Cramer menyandingkan D-Wave bersama IBM sebagai pemimpin kuantum.
Meski sentimen pasar membaik, adopsi komersial komputasi kuantum hingga kini masih sangat terbatas di lapangan. Lini waktu menuju penggunaan luas pun belum pasti, sehingga investor perlu memahami profil risikonya dengan saksama.
Bagi pemula, nama mapan seperti IBM dan Alphabet menawarkan eksposur kuantum dengan profil bisnis yang lebih terdiversifikasi. Pendekatan ini menekan risiko dibanding bertaruh penuh pada satu emiten kuantum murni dengan pendapatan kecil.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.