MSCI Depak GOTO, CPIN Turun Kelas di Rebalancing Agustus

Setya MahardikaSetya Mahardika
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

MSCI Depak GOTO, CPIN Turun Kelas di Rebalancing Agustus

Gotrade News - MSCI mengumumkan hasil rebalancing MSCI Agustus 2026 pada 13 Agustus 2026, dengan GOTO dihapus dari Global Standard Index dan CPIN direklasifikasi turun kelas ke Small Cap. Menurut CNBC Indonesia Research, dua emiten keluar dari Global Standard Index dan sembilan saham dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Seluruh perubahan efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan mulai berlaku 1 September 2026.

Alasan MSCI Depak GOTO dari Global Standard

GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia) dihapus karena persoalan likuiditas dan replikabilitas indeks. Saham GOTO tertahan di harga minimum Rp50 di Bursa Efek Indonesia secara terus-menerus sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026. Kondisi ini menyulitkan investor institusi mereplikasi indeks pada harga yang mencerminkan pasar, sehingga emiten tidak lagi memenuhi kriteria MSCI untuk Global Standard Index.

Berbeda dengan GOTO, CPIN (PT Charoen Pokphand Indonesia) tidak hilang total dari radar MSCI. Emiten ini direklasifikasi turun dari Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index.

Baca juga: IHSG Menguat 1,47%, Asing Borong Saham Komoditas

Sembilan Saham Keluar dari MSCI Small Cap Index

Selain perubahan di level Standard, MSCI juga mengeluarkan sembilan saham dari Small Cap Index. Berikut daftarnya.

IndeksSahamPerubahan
Global StandardGOTODihapus sepenuhnya
Global StandardCPINTurun ke Small Cap
Small CapARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, TCPIDikeluarkan

Dengan CPIN masuk dan sembilan emiten keluar, net konstituen MSCI Small Cap Index Indonesia berkurang delapan.

Arah IHSG Setelah Rebalancing MSCI

Rebalancing berpotensi menekan arus dana indeks dalam jangka pendek karena dana pasif menyesuaikan bobot portofolionya. Dilansir CNBC Indonesia, IHSG bergerak di sekitar level 6.300 dengan level support penting di 6.200. Apabila 6.200 ditembus, indeks berpotensi turun ke 6.000. Katalis berikutnya bagi arah pasar adalah review MSCI pada November 2026.

Baca juga: Gotrade Daily: Walmart Lapor Malam Ini, Sinyal Konsumen AS

Analis CNBC Indonesia Research Gelson Kurniawan menilai tekanan ini bukan semata karena fundamental emiten yang langsung memburuk. Faktor teknis indeks, seperti likuiditas dan kriteria replikabilitas, menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian ini.

Tanggapan BEI atas Rebalancing MSCI

Melansir CNBC Indonesia, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa rebalancing dilakukan MSCI secara periodik dan menggunakan keterbukaan informasi publik. BEI menegaskan bahwa komunikasi dengan MSCI dan investor global akan terus dilanjutkan. Yang perlu digarisbawahi, keputusan ini bukan penurunan status pasar; Indonesia tetap berada di klasifikasi Emerging Markets MSCI.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade