Rebalancing MSCI Tekan IHSG, Dana Asing Berpotensi Kabur

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Rebalancing MSCI Tekan IHSG, Dana Asing Berpotensi Kabur

Share this article

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah ke level 6.700 hingga 6.650 pada Senin (18/5). Pekan lalu IHSG sudah turun 1,98% dan menutup perdagangan Rabu (13/5) di 6.723,320 poin.

Tekanan utama datang dari rebalancing indeks MSCI yang mengeluarkan enam saham mega-cap Indonesia per 29 Mei 2026. Sentimen ini mendorong arus dana asing keluar dan menekan rupiah, membuka peluang rotasi modal ke pasar saham Amerika Serikat.

Key Takeaways

  • Enam saham Indonesia keluar dari MSCI Global Standard Index efektif 29 Mei 2026.
  • Skenario terburuk outflow asing mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp 165 triliun.
  • Rupiah tertekan ke Rp 17.597 per dolar AS dan berpotensi melemah lebih jauh.

Menurut Kompas.com, enam saham yang keluar dari indeks MSCI Global Standard adalah AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Estimasi tekanan jual pasif residu mencapai sekitar Rp 18,5 triliun hingga akhir Mei 2026.

Hendra Wardana, Founder Republik Investor, menyebut pasar masih dalam fase penyesuaian setelah tekanan saham mega-cap dari rebalancing MSCI. Level psikologis 6.900 sedang diuji dan berpotensi turun ke kisaran 6.600 hingga 6.700 poin.

Skenario Outflow Dana Asing

Dilansir Katadata.co.id, skenario terburuk memperkirakan arus keluar dana asing mencapai US$10 miliar atau setara Rp 165 triliun. Ekspektasi passive flow khusus dari rebalancing MSCI sendiri diperkirakan sebesar Rp 20 triliun.

Setiap outflow US$1 miliar berpotensi memicu depresiasi rupiah sebesar 1 hingga 1,5 persen. Dalam skenario ekstrem, rupiah bisa melemah ke kisaran Rp 18.750 hingga Rp 19.500 per dolar AS.

Selain enam saham di indeks Standard, sebanyak 13 saham juga keluar dari MSCI Small Cap. Bobot Indonesia di indeks emerging market kini turun menjadi hanya 0,7 persen, posisi yang sangat tipis dibanding rekan kawasan.

Analis Sinarmas Sekuritas Kenny Shan dan Isfhan Helmy menjelaskan alasan eksklusi tersebut. Mereka menyoroti kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free-float dinilai tidak memadai untuk standar indeks global.

Rotasi Modal ke Pasar AS

Tekanan ini membuka ruang rotasi modal asing menuju instrumen yang lebih likuid di pasar global. Investor yang ingin tetap mempertahankan eksposur Indonesia bisa memantau iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) sebagai proksi performa pasar saham domestik dari sisi investor luar.

Sebagian dana asing yang keluar dari emerging market secara historis berputar ke aset Amerika Serikat. Produk seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) menjadi tujuan utama karena likuiditas dan stabilitasnya yang tinggi.

Untuk eksposur terhadap sektor teknologi, sebagian investor global memilih Invesco QQQ Trust (QQQ) yang melacak indeks Nasdaq-100. Diversifikasi semacam ini menjadi pertimbangan ketika tekanan terhadap rupiah dan IHSG berlanjut.

Melansir kumparan.com, Phintraco Sekuritas menyatakan pasar terus merespons keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI. M. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset menilai indeks saat ini berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator RSI.

Bank Indonesia diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada rapat 20 Mei 2026. Keputusan ini menjadi penyeimbang di tengah pelemahan rupiah yang sudah menyentuh Rp 17.597 per dolar AS.

Di sisi valuasi, Katadata mencatat fair value IHSG 2026 versi headline berada di 8.200, sedangkan basis fundamental sekitar 6.500. Syailendra Capital memproyeksikan pertumbuhan EPS 8 hingga 10 persen di 2026 sebagai tahun pemulihan laba korporasi.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade