Reli Saham AI Global: AMD Tembus Kapitalisasi US$1 Triliun, Alibaba Siapkan Chip Baru

Key Takeaways
Saham AMD melonjak sekitar 9% ke rekor US$613,92, membawa kapitalisasinya menembus US$1 triliun untuk pertama kali.
Reli chip dipicu peluncuran agen AI Meta, Muse, yang menempati puncak unduhan gratis di App Store.
Alibaba merilis chip Zhenwu V900 yang diklaim tiga kali lebih kuat dari pendahulunya.
Nasdaq mencetak penutupan rekor pertama sejak Juni di tengah optimisme belanja infrastruktur AI.
Gotrade News - Advanced Micro Devices (AMD) mencetak sejarah dengan menembus kapitalisasi pasar US$1 triliun untuk pertama kalinya pada Senin (21/9/2026), setelah sahamnya melonjak sekitar 9% ke rekor tertinggi US$613,92. Menurut Liputan6, nilai itu setara Rp 17.890 triliun dan menjadikan AMD produsen chip Amerika Serikat keempat yang menembus level US$1 triliun, menyusul Nvidia, Broadcom, dan Micron.
Lonjakan AMD menjadi puncak reli saham semikonduktor global yang menyeret indeks Nasdaq ke penutupan rekor. Sentimen kian panas oleh kabar dari China, tempat Alibaba memperkenalkan chip kecerdasan buatan (AI) yang diklaim terkuat di negeri itu, menandai persaingan chip AI antara Amerika Serikat dan China yang makin ketat.
Pemicu di Balik AMD Tembus US$1 Triliun
Dilansir Liputan6, saham AMD sempat ditutup di kisaran US$610 dengan optimisme investor bertumpu pada peran perusahaan yang makin berkembang di AI. AMD bergeser dari sekadar menjual chip diskret menjadi menawarkan sistem lengkap yang memadukan prosesor, perangkat jaringan, serta perangkat keras terkait.
Katalis tambahan datang dari ekspektasi pelonggaran kebijakan yang memungkinkan penjualan chip ke pasar China. Reli ini turut mengangkat pemain chip AI lain seperti Nvidia (NVDA), yang lebih dulu masuk klub kapitalisasi US$1 triliun, dan memperkuat pandangan pasar terhadap produsen chip AI sebagai saham pertumbuhan unggulan. Momentum ini menjadi bagian dari reli chip AI yang kembali memanas dalam beberapa sesi terakhir.
Reli Dipicu Agen AI Muse Milik Meta
Menurut Semafor, pemicu utama reli adalah peluncuran asisten AI Meta bernama Muse, yang langsung menempati posisi teratas unduhan gratis di App Store Apple. Saham Meta Platforms (META) melesat lebih dari 11%, sementara Nasdaq mencetak penutupan rekor pertamanya sejak Juni.
Sebagai salah satu pelanggan chip AMD, lonjakan permintaan produk Meta turut memperkuat prospek pesanan chip AI ke depan. Penguatan ini melanjutkan tren Wall Street yang ditopang saham AI dalam beberapa pekan terakhir.
Alibaba Rilis Chip Zhenwu V900 Terkuat di China
Melansir The Jakarta Post yang mengutip Reuters, CEO Alibaba (BABA) Eddie Wu memperkenalkan chip Zhenwu V900 sebagai chip AI terkuat di China saat ini pada Konferensi Apsara di Hangzhou. Chip yang dikembangkan unit semikonduktor T-Head itu diklaim memberi kinerja sekitar tiga kali lipat dibanding pendahulunya, Zhenwu M890.
Satu klaster chip disebut mampu menopang hingga 500.000 kartu untuk pelatihan model frontier dan inferensi, dengan produksi massal dijadwalkan pada kuartal I 2027. Alibaba juga berencana melatih model AI berskala 5 hingga 10 triliun parameter, jauh di atas model andalannya saat ini, Qwen 3.8 Max, yang memiliki 2,4 triliun parameter. Perusahaan menargetkan kapasitas pusat data global melampaui 20 gigawatt pada 2032.
Sorotan Data: AMD, Meta, dan Chip Alibaba
Indikator | Nilai |
|---|---|
Saham AMD | naik sekitar 9% ke rekor US$613,92 |
Kapitalisasi AMD | US$1 triliun (Rp 17.890 triliun) |
Saham Meta | naik lebih dari 11% |
Chip Alibaba Zhenwu V900 | 3 kali kinerja Zhenwu M890 |
Rencana model AI Alibaba | 5 hingga 10 triliun parameter |
Di tengah euforia, investor tetap perlu mencermati bahwa valuasi saham teknologi yang melaju kencang membuka ruang koreksi, sehingga penting membedakan momentum yang ditopang fundamental dari sekadar saham hype. Pantau semua saham AI global secara fraksional dengan Gotrade, sehingga performa portfolio bisa diversifikasi bisa dilakukan tanpa menebus harga per lembar yang tinggi.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














