Gotrade News - Saham chip Asia mencatat kenaikan tajam pada Senin (11/05) dipimpin lonjakan indeks KOSPI Korea Selatan hampir 5 persen ke rekor tertinggi. Reli ini terjadi bersamaan dengan kabar Cerebras Systems menaikkan rentang harga IPO menjadi USD150 hingga USD160 per saham.
Permintaan chip memori untuk komputasi AI menjadi pemicu utama reli sektor semikonduktor di kawasan Asia hari ini. Investor juga mengantisipasi pertemuan puncak Trump-Xi pada 13-15 Mei yang diperkirakan membahas gencatan tarif perdagangan.
Key Takeaways
- Cerebras menaikkan rentang harga IPO dari USD115-125 menjadi USD150-160 per saham, target dana hingga USD4,8 miliar.
- KOSPI melonjak hampir 5 persen ke rekor, ditopang SK Hynix +12 persen dan Samsung Electronics +6 persen.
- SoftBank meluncurkan bisnis baterai skala besar di Jepang untuk memenuhi kebutuhan listrik era AI.
Pemicu Reli Chip Asia
Indeks KOSPI Korea Selatan ditutup melonjak hampir 5 persen ke level rekor pada perdagangan Senin. Menurut Investing.com, kenaikan ini didorong saham SK Hynix yang melesat 12 persen dan Samsung Electronics yang naik 6 persen.
Kedua produsen chip memori tersebut menyentuh harga tertinggi sepanjang masa pada sesi yang sama. Kelangkaan pasokan chip memori akibat permintaan AI yang masif terus mengerek harga jual produk.
Indeks Shanghai Composite ikut menguat 0,7 persen sementara CSI 300 naik 1,2 persen pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar menanti hasil pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung 13-15 Mei mendatang.
Pertemuan tersebut diperkirakan membahas kemungkinan gencatan tarif perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Saham produsen chip global seperti NVIDIA (NVDA) dan Taiwan Semiconductor (TSM) ikut terangkat sentimen positif dari Asia.
Indeks Nikkei 225 Jepang menjadi pengecualian dengan turun 0,4 persen akibat tekanan saham Nintendo. Pelemahan ini tidak mengganggu narasi besar reli sektor semikonduktor regional.
Cerebras Genjot IPO, SoftBank Masuk Baterai
Cerebras Systems menaikkan rentang harga penawaran umum perdana dari USD115-125 menjadi USD150-160 per saham. Dilansir Investing.com, jumlah saham yang ditawarkan juga naik dari 28 juta menjadi 30 juta unit.
Pada batas atas rentang harga baru, Cerebras berpotensi mengumpulkan dana sekitar USD4,8 miliar dibanding rencana awal USD3,5 miliar. Pesanan IPO dilaporkan kelebihan permintaan hingga 20 kali lipat dari saham yang tersedia.
Cerebras akan tercatat di bursa Nasdaq dengan kode CBRS pada pekan setelah penetapan harga 13 Mei 2026. Pelanggan utamanya mencakup Amazon dan OpenAI yang menggunakan chip Cerebras untuk inferensi model AI.
Perusahaan ini bersaing langsung dengan NVIDIA (NVDA) di segmen chip inferensi AI yang sedang tumbuh pesat. IPO Cerebras menjadi penawaran umum perdana terbesar di dunia sepanjang 2026 hingga saat ini.
Di Jepang, SoftBank Group meluncurkan bisnis baterai skala besar untuk mendukung infrastruktur listrik era AI. Melansir Seeking Alpha, strategi SoftBank mencakup pengembangan hingga manufaktur baterai secara terintegrasi.
Langkah ini menjawab kendala jaringan listrik Jepang akibat lonjakan beban pusat data berbasis AI. Permintaan listrik dari data center menjadi pendorong utama ekspansi SoftBank ke sektor energi penyimpanan.
Sentimen positif dari ekspansi infrastruktur AI ikut menopang minat investor pada ETF sektor chip seperti VanEck Semiconductor ETF (SMH). Ekosistem AI dari chip hingga energi kini menjadi tema utama pasar global pekan ini.












