Gotrade News - Indeks Nasdaq Composite turun 1,12% ke level 24.609,57 pada Selasa (28/04) setelah Wall Street Journal melaporkan OpenAI meleset dari target internal pengguna mingguan dan pendapatan, memicu kekhawatiran baru atas pengembalian investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan.
Investor merespons cepat dengan menjual saham-saham yang paling terekspos belanja modal AI, sementara S&P 500 melemah 0,56% ke 7.133,74 dan Dow Jones bertahan tipis di teritori positif naik 0,22%, dikutip dari laporan Investing.com.
Poin Utama
- OpenAI dilaporkan gagal mencapai target 1 miliar pengguna aktif mingguan ChatGPT, sementara pangsa pasarnya di trafik AI generatif turun ke 64,5% dari sebelumnya di atas 80%.
- Saham Nvidia turun 2,07%, Oracle anjlok 3,7%, dan AMD melemah 2,9% pada penutupan reguler.
- SoftBank di Tokyo terkoreksi 11%, menandakan tekanan global pada perusahaan-perusahaan dengan eksposur besar ke ekosistem OpenAI.
Laporan WSJ menyatakan OpenAI tidak mencapai target internal pertumbuhan pengguna aktif mingguan dan pendapatan. Hal ini memicu pertanyaan apakah induk ChatGPT itu bisa membenarkan pengeluaran data center yang masif.
Pangsa pasar OpenAI di trafik web AI generatif turun ke 64,5% dari sebelumnya di atas 80% secara tahunan. Penurunan ini mencerminkan persaingan yang semakin sengit di lanskap AI generatif.
Tekanan jual paling terasa di nama-nama dengan eksposur belanja modal AI tertinggi. Saham Nvidia sempat turun 2,9% di sesi pra-pembukaan sebelum menutup sesi reguler dengan koreksi 2,07%, menurut Investing.com.
Saham Oracle menjadi salah satu yang paling tertekan di dalam kelompok ini. Pra-pembukaan saham Oracle turun 7,4% sebelum menutup sesi reguler turun 3,7% mengikuti narasi pelemahan sektor.
Saham AMD terkoreksi 2,9% sementara Arm Holdings anjlok 6,9% dalam sesi yang sama. Intel turun 2,75%, Micron Technology melemah 4,42%, dan SanDisk anjlok 5,30%, dikutip dari The Motley Fool.
Tekanan tidak hanya terjadi di Wall Street. SoftBank, salah satu pemegang saham besar OpenAI, terkoreksi 11% dalam perdagangan di Tokyo, mencerminkan kekhawatiran global atas valuasi ekosistem AI.
Penurunan terkonsentrasi di Nasdaq sementara Dow Jones bertahan, menandakan rotasi sektor dari teknologi ke saham defensif. S&P 500 turun 0,56% sementara komponen non-tek relatif lebih stabil.
Laporan ini muncul tepat di awal pekan laporan keuangan tujuh raksasa teknologi (Mag 7). Microsoft, Alphabet, Meta, dan Amazon dijadwalkan merilis hasil pada Rabu (29/04).
Apple menyusul pada Kamis (30/04) menutup pekan laporan. Hasil mereka akan menjadi ujian apakah belanja modal AI yang masif sudah menerjemahkan diri menjadi pertumbuhan pendapatan yang sepadan.
Para analis menilai pekan ini krusial untuk menentukan arah sentimen sektor AI. Komentar manajemen seputar perpanjangan komitmen kapasitas data center akan menjadi indikator utama yang dipantau pasar.
Bagi investor ritel, penurunan ini menyoroti risiko konsentrasi pada nama-nama AI bertopi besar. Diversifikasi sektor tetap relevan ketika narasi tunggal seperti AI menggerakkan sebagian besar bobot indeks.
Laporan WSJ juga menyoroti kekhawatiran internal di OpenAI tentang jalur menuju IPO. Dinamika ini dapat mempengaruhi rencana penawaran saham perdana yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah teknologi.
Investor kini menunggu konfirmasi dari Microsoft pada Rabu, mengingat investasinya yang besar di OpenAI. Komentar manajemen Microsoft tentang monetisasi AI akan dipantau ketat sebagai indikator kesehatan ekosistem secara keseluruhan.












