Saham Alibaba (BABA) Naik 5,4%, Ini Sentimennya (12 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Alibaba (BABA) Naik 5,4%, Ini Sentimennya (12 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Alibaba (BABA) naik 5,36% ke $111,37 pada sesi 9 Oktober 2026, dengan volume 43,40% di atas rata-rata.
  • Tidak ada sumber yang menyebut pemicu spesifik, namun media keuangan menyoroti ekspansi cloud AI Alibaba di Eropa dan proyeksi pertumbuhan cloud.
  • BABA masih 38,98% di bawah level tertinggi 52 minggu, sementara arus kas bebas kuartal Juni negatif RMB 44,7 miliar.

Gotrade News - Saham Alibaba naik 5,36% atau $5,67 ke $111,37 pada sesi perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 waktu New York, dari penutupan sebelumnya di $105,70. Saham Alibaba (BABA) naik jauh lebih kencang dibanding indeks utama, sementara media keuangan dalam beberapa hari terakhir menyoroti dorongan investasi AI dan cloud perusahaan.

Data Perdagangan Saham BABA

DataNilai
Harga penutupan$111,37
Perubahan+$5,67 (+5,36%)
Penutupan sebelumnya$105,70
Harga pembukaan$108,91
Rentang harian$108,75 hingga $111,47
Volume12,3 juta saham
Rata-rata volume 30 hari8,6 juta saham
Rentang 52 minggu$91,99 hingga $182,50
Kapitalisasi pasar$269,8 miliar
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.983.000 per saham (kurs Rp 17.808 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.808 per dolar AS: Yahoo Finance, 9 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga BABA terkini di halaman harga saham Alibaba (BABA) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham BABA Sepanjang Sesi

BABA dibuka di $108,91, sudah di atas penutupan sebelumnya, lalu bergerak dalam rentang $108,75 hingga $111,47. Saham ditutup di $111,37, dekat level tertinggi harian dan $2,62 di atas level terendah harian.

Aktivitas transaksi juga ramai. Volume perdagangan mencapai 12,3 juta saham, atau 43,40% di atas rata-rata 8,6 juta saham.

Kenaikan BABA mengungguli Nasdaq Composite yang naik 0,64% ke 27.366,17, dengan selisih 4,72 poin persentase. S&P 500 naik 0,59% ke 7.811,54 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,83% ke 51.654,95. Di antara saham teknologi besar, Amazon (AMZN) naik 3,29% dan Microsoft (MSFT) naik 2,38%, sementara saham China NIO naik 4,99%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 1,3 basis poin ke 5,24% pada sesi yang sama. Meski menguat, BABA masih 38,98% di bawah level tertinggi 52 minggu di $182,50 dan 21,07% di atas level terendah 52 minggu di $91,99.

Kenapa Saham Alibaba Naik?

Tidak ada sumber yang kami baca yang secara spesifik menyebut pemicu kenaikan BABA pada sesi 9 Oktober, dan Alibaba tidak merilis pernyataan resmi yang terkait langsung dengan pergerakan tersebut. Namun, sejumlah laporan menyoroti cerita AI dan cloud perusahaan.

Melansir Simply Wall St. (11 Oktober 2026), Alibaba menyiapkan region cloud baru berbasis AI di Eropa, termasuk proyek pusat data tahap awal di Spanyol, serta mengembangkan chip AI buatan sendiri dengan target kapasitas pusat data 20 gigawatt. Laporan itu menilai Alibaba bergeser menjadi penyedia infrastruktur komputasi besar, sebanding dengan AWS milik Amazon atau Azure milik Microsoft.

Menurut TIKR (11 Oktober 2026), manajemen Alibaba memperkirakan pendapatan cloud eksternal tumbuh sekitar 55% pada kuartal September, naik dari 45% pada kuartal Juni, dengan margin cloud naik ke sekitar 13,5% dari 11,6%. Dilansir Simply Wall St., Alibaba juga meneken kerja sama teknologi dan cloud multitahun dengan Brooklyn Nets.

Analisis Saham BABA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Manajemen memperkirakan pertumbuhan pendapatan cloud eksternal meningkat ke sekitar 55% pada kuartal September, menurut TIKR.
  • Pendapatan produk terkait AI diperkirakan mendekati $10 miliar, dari sekitar $7,3 miliar secara tahunan, menurut TIKR.
  • CFO Alibaba menyebut server dengan chip biasanya balik modal dalam 3 tahun, dan bisa membaik ke 2,5 tahun seiring chip T-Head buatan sendiri menggantikan chip yang dibeli.

Risiko

  • Alibaba mencatat arus kas bebas negatif RMB 44,7 miliar pada kuartal Juni, karena belanja modal RMB 67,6 miliar jauh di atas arus kas operasi RMB 22,9 miliar, menurut TIKR.
  • TIKR mencatat risiko arus kas bebas positif tertunda melewati tahun fiskal 2028 bila belanja modal terus naik, serta tekanan bila pertumbuhan cloud melambat ke sekitar 45%.
  • Simply Wall St. mencatat margin laba Alibaba turun dari 14,8% ke 7% di tengah investasi AI, cloud dan quick commerce.

Laporan keuangan kuartal September menjadi ujian berikutnya bagi pertumbuhan cloud dan kerugian quick commerce, menurut TIKR; tanggal rilisnya belum dikonfirmasi dalam sumber yang kami baca.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku