Saham Apple (AAPL) Turun 1,1%, Ini Sentimennya (12 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Turun 1,1%, Ini Sentimennya (12 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) turun 1,11% ke $336,64 pada sesi 9 Oktober 2026, saat Nasdaq naik 0,64%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan dengan laporan Nikkei Asia soal pemangkasan pesanan komponen iPhone 18 Pro sebesar 15% hingga 20%.
  • AAPL masih 2,52% di bawah level tertinggi 52 minggu di $345,34.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) ditutup di $336,64 pada sesi Jumat, 9 Oktober 2026 waktu New York, turun $3,78 atau 1,11% dari penutupan sebelumnya di $340,42. Saham Apple turun setelah Nikkei Asia melaporkan pemangkasan pesanan komponen iPhone 18 Pro karena permintaan yang lebih lemah dari perkiraan.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$336,64
Perubahan-$3,78 (-1,11%)
Penutupan sebelumnya$340,42
Harga pembukaan$331,70
Rentang harian$330,70 hingga $338,61
Volume37,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari40,5 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $345,34
Kapitalisasi pasar$4,91 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 5.995.000 per saham (kurs Rp 17.808 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.808 per dolar AS: Yahoo Finance, 9 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

AAPL dibuka di $331,70, jauh di bawah penutupan sebelumnya, lalu bergerak di rentang $330,70 hingga $338,61. Saham ini ditutup $5,94 di atas level terendah harian, sehingga sebagian tekanan di awal sesi sempat terserap menjelang penutupan.

Volume transaksi mencapai 37,9 juta saham, 6,60% di bawah rata-rata 40,5 juta saham. Dari sisi cara membaca volume saham, aktivitas yang tidak melonjak ini menandakan aksi jual tidak disertai perdagangan yang lebih ramai dari biasanya.

Penurunan AAPL berlawanan dengan arah pasar. Nasdaq Composite naik 0,64% ke 27.366,17, S&P 500 naik 0,59% ke 7.811,54, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,83% ke 51.654,95, sehingga AAPL tertinggal 1,75 poin persentase dari Nasdaq. Sejumlah saham teknologi besar justru menguat, seperti Microsoft (MSFT) yang naik 2,38% dan Amazon (AMZN) yang naik 3,29%, sementara Nvidia turun 0,52%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Meski melemah, AAPL masih 2,52% di bawah level tertinggi 52 minggu di $345,34 dan 38,30% di atas level terendah 52 minggu di $243,42. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pada sesi yang sama ditutup di 5,24%, naik 1,3 basis poin.

Kenapa Saham Apple Turun?

Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan laporan Nikkei Asia pada 9 Oktober 2026. Dilansir iClarified, Apple memangkas pesanan komponen bulan Oktober untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max sebesar 15% hingga 20% dari permintaan awal, karena kenaikan harga meredam permintaan. Apple menolak berkomentar atas laporan tersebut.

Kenaikan harga menjadi sorotan. Menurut TIKR, iPhone 18 Pro dijual mulai $1.199 dan Pro Max mulai $1.299, masing-masing $100 lebih mahal dari generasi sebelumnya. TIKR juga mencatat laporan ini berbeda dengan panduan Apple pada Juli yang menyebut permintaan iPhone berjalan di atas perkiraan perusahaan, dengan kendala yang saat itu dikaitkan pada pasokan chip.

TIKR menambahkan bahwa iPhone 18 versi standar belum dirilis dan baru dijadwalkan meluncur pada awal 2027, sehingga volume penjualan generasi ini masih bertumpu pada model Pro.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut Barchart, pendapatan Apple pada kuartal III tahun fiskal 2026 mencapai $109,4 miliar, naik 16% secara tahunan, dengan penjualan iPhone naik 22% menjadi $54,3 miliar.
  • Barchart melaporkan Apple bermitra dengan LG Electronics untuk aksesori rumah pintar, dengan LG menangani produksi dan dukungan produk, sementara Apple menangani desain dan rekayasa.
  • Apple memiliki 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia, menurut Barchart, basis yang menjadi pasar bagi layanan dan produk barunya.

Risiko

  • Pemangkasan pesanan komponen iPhone 18 Pro, bila berlanjut, menandakan permintaan premium yang lebih lemah setelah kenaikan harga $100.
  • Melansir Forkast News, kemampuan agen percakapan Siri AI baru diperkirakan hadir akhir 2026 atau awal 2027, dan belum ada tier untuk pelanggan korporat.
  • Pesaing seperti Meta sudah meluncurkan asisten AI berbayar, menurut Forkast News, sehingga jeda waktu Apple di segmen ini menjadi sorotan.

Agenda berikutnya yang dipantau pasar adalah peluncuran perangkat rumah pintar Apple yang diperkirakan berlangsung pada 13 Oktober 2026, menurut Barchart dan Forkast News.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku