Saham Alibaba (BABA) Turun 0,5%, Ini Sentimennya (20 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Alibaba (BABA) Turun 0,5%, Ini Sentimennya (20 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Alibaba (BABA) turun 0,49% ke $108,57 pada sesi 19 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite naik 1,11%.
  • Belum ada sumber yang menyebut penyebab khusus pelemahan ini; pada hari yang sama Bloomberg melaporkan rencana Alibaba menjadi investor cornerstone dalam pencatatan saham Dongshan di Hong Kong.
  • Insider Monkey menyoroti arus kas bebas Alibaba yang mengalami arus keluar RMB44,67 miliar pada kuartal Juni akibat belanja infrastruktur cloud.

Gotrade News - Saham Alibaba (BABA) ditutup melemah 0,49% ke $108,57 pada sesi Senin, 19 Oktober 2026 waktu New York, atau Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Alibaba turun saat Nasdaq Composite justru menguat 1,11%. Belum ada sumber yang mengaitkan langsung pelemahan ini dengan satu kabar perusahaan, meski pada hari yang sama Bloomberg melaporkan Alibaba disebut akan menjadi investor cornerstone dalam pencatatan saham produsen papan sirkuit Suzhou Dongshan Precision Manufacturing di Hong Kong.

Data Perdagangan Saham BABA

DataNilai
Harga penutupan$108,57
Perubahan-$0,54 (-0,49%)
Penutupan sebelumnya$109,11
Harga pembukaan$110,15
Rentang harian$108,32 hingga $110,34
Volume4,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari8,3 juta saham
Rentang 52 minggu$91,99 hingga $182,50
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.960.000 per saham (kurs Rp 18.056 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 19 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 18.056 per dolar AS: Yahoo Finance, 19 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga BABA terkini di halaman harga saham Alibaba (BABA) hari ini.

Baca juga: Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Pergerakan Saham BABA Sepanjang Sesi

BABA dibuka di atas penutupan sebelumnya, tetapi berbalik melemah dan ditutup hanya $0,25 di atas level terendah harian. Aktivitas perdagangan juga lebih tipis dari biasanya: volume perdagangan sesi ini 40,70% di bawah rata-ratanya.

Pelemahan ini berlawanan dengan arah pasar. Nasdaq Composite naik 1,11% ke 26.430,89 dan S&P 500 menguat 0,41% ke 7.690,73, sementara Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07% ke 51.966,03. Dengan begitu, BABA tertinggal 1,60 poin persentase dari Nasdaq.

Di antara saham teknologi besar, Amazon (AMZN) melonjak 4,98% dan Alphabet (GOOGL) naik 1,05%, sedangkan sesama saham China yang tercatat di AS, NIO, turun 1,17%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,8 basis poin ke 5,14% pada sesi yang sama. Pada penutupan ini, BABA berada 40,51% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 18,02% di atas level terendah 52 minggu.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Kenapa Saham Alibaba Turun?

Tidak ada sumber yang dikutip di sini yang menyebut penyebab khusus pelemahan BABA pada 19 Oktober 2026; saham ini turun ketika Nasdaq menguat. Tiga kabar bertanggal hari itu menyoroti Alibaba.

Menurut Bloomberg, yang mengutip sumber anonim, unit manajemen aset JPMorgan Chase dan Alibaba akan menjadi investor cornerstone dalam pencatatan saham Suzhou Dongshan Precision Manufacturing di Hong Kong. Dongshan memproduksi papan sirkuit cetak dan transceiver optik untuk perangkat AI, dan penjualan sahamnya bisa mengumpulkan hingga $1,8 miliar termasuk opsi greenshoe. Bloomberg mencatat rinciannya masih bisa berubah dan Alibaba belum menanggapi permintaan komentar, sementara investor makin khawatir terhadap besarnya belanja AI dan cara pendanaannya di tengah kenaikan imbal hasil.

Di hari yang sama, Insider Monkey menyoroti beban belanja AI Alibaba. Media itu mencatat arus kas bebas Alibaba mengalami arus keluar RMB44,67 miliar pada kuartal Juni, terutama terkait belanja infrastruktur cloud, serta rugi disesuaikan unit AI Labs and Applications yang melebar menjadi RMB13,861 miliar dari RMB3,224 miliar setahun sebelumnya. Insider Monkey juga mengingatkan bahwa penjualan saham senilai HK$80 miliar di Hong Kong menambah jumlah saham beredar.

Dilansir Simply Wall St, Alibaba melalui platform Amap bekerja sama dengan Sands China menempatkan robot anjing Tutu sebagai pemandu pengunjung di resor terintegrasi Macau. Penulisnya mencatat proyek semacam ini membutuhkan belanja di muka yang berkelanjutan, yang sudah ikut menekan margin laba dan arus kas bebas.

Analisis Saham BABA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan cloud Alibaba tumbuh 45% pada kuartal Juni dan laba disesuaikannya naik 133% menjadi RMB5,628 miliar, menurut Insider Monkey.
  • Penjualan produk terkait AI di unit cloud tumbuh tiga digit selama dua belas kuartal berturut-turut, dan Omdia menempatkan Alibaba Cloud di posisi pertama pasar cloud AI China, seperti dikutip Insider Monkey.
  • Kerja sama Amap dengan Sands China membawa teknologi AI Alibaba ke layanan perhotelan di Macau, di luar bisnis inti e-commerce, menurut Simply Wall St.

Risiko

  • Arus kas bebas masih negatif akibat belanja infrastruktur cloud, menurut Insider Monkey.
  • Rugi unit AI Labs and Applications melebar, dan tambahan saham dari penjualan HK$80 miliar memperkecil porsi laba masa depan per saham, seperti dicatat Insider Monkey.
  • Pendapatan e-commerce China Alibaba turun pada kuartal Juni akibat aktivitas transaksi yang melemah, menurut Insider Monkey.
  • Bloomberg mencatat kekhawatiran investor terhadap belanja AI dan pendanaannya meningkat seiring kenaikan imbal hasil.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku