Saham Amazon (AMZN) Naik 5,0%, Ini Sentimennya (20 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Amazon (AMZN) naik 4,98% ke $262,45 pada sesi 19 Oktober 2026, mengungguli Nasdaq Composite yang naik 1,11%.
- Media keuangan mengaitkan kenaikan ini dengan revisi pandangan Morgan Stanley yang menyoroti proyeksi pertumbuhan AWS yang lebih cepat.
- Volume perdagangan mencapai 56,1 juta saham, dan Amazon dijadwalkan membahas hasil kuartal III pada 29 Oktober 2026.
Gotrade News - Saham Amazon (AMZN) naik $12,45 atau 4,98% dan ditutup di $262,45 pada sesi Senin, 19 Oktober 2026 waktu New York, atau Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Amazon naik setelah Morgan Stanley merevisi pandangannya terhadap saham tersebut dengan menyoroti proyeksi pertumbuhan Amazon Web Services (AWS) yang lebih cepat, menurut StockStory.
Data Perdagangan Saham AMZN
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $262,45 |
| Perubahan | +$12,45 (+4,98%) |
| Penutupan sebelumnya | $250,00 |
| Harga pembukaan | $255,25 |
| Rentang harian | $255,22 hingga $263,72 |
| Volume | 56,1 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 34,9 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $196,00 hingga $287,20 |
| Kapitalisasi pasar | $2,83 triliun |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 4.739.000 per saham (kurs Rp 18.056 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Senin, 19 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 18.056 per dolar AS: Yahoo Finance, 19 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga AMZN terkini di halaman harga saham Amazon (AMZN) hari ini.
Pergerakan Saham AMZN Sepanjang Sesi
Saham Amazon dibuka di $255,25, di atas penutupan sebelumnya di $250,00, lalu bergerak dalam rentang $255,22 hingga $263,72. Harga ditutup $7,23 di atas level terendah harian dan tidak jauh dari level tertinggi sesi.
Aktivitas perdagangan juga jauh lebih ramai dari biasanya. Volume perdagangan mencapai 56,1 juta saham, 60,40% di atas rata-rata 34,9 juta saham.
Kenaikan Amazon jauh melampaui pasar. Nasdaq Composite naik 1,11% ke 26.430,89, S&P 500 naik 0,41% ke 7.690,73, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,07% ke 51.966,03. Dengan begitu, AMZN mengungguli Nasdaq sebesar 3,87 poin persentase.
Di antara saham teknologi besar, Microsoft (MSFT) naik 0,84%, Alphabet (GOOGL) naik 1,05%, dan Nvidia (NVDA) menguat 1,38%. Pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,8 basis poin ke 5,14%.
Setelah kenaikan ini, saham Amazon berada 8,62% di bawah level tertinggi 52 minggu di $287,20 dan 33,90% di atas level terendah 52 minggu di $196,00.
Kenapa Saham Amazon Naik?
Media keuangan mengaitkan kenaikan saham Amazon dengan revisi pandangan Morgan Stanley terhadap saham tersebut pada 19 Oktober 2026. Dilansir StockStory, analis Morgan Stanley Brian Nowak memperkirakan pertumbuhan pendapatan AWS akan berakselerasi menjadi 47% pada 2027 seiring meluasnya adopsi platform AI Bedrock. Nowak juga menyoroti posisi Amazon dalam perdagangan berbasis agen AI (agentic commerce) serta perbaikan margin dari penggunaan robotika di pusat pemenuhan pesanan.
Sentimen sektor ikut membantu. Menurut Stocktwits, investor kembali masuk ke saham AI setelah aksi jual sepekan yang menekan sebagian besar saham infrastruktur AI, dengan saham semikonduktor memimpin pemulihan. Stocktwits mencatat sesi ini menjadi hari terbaik saham Amazon dalam hampir tiga bulan.
Pada tanggal yang sama, 3M Company melaporkan perluasan hubungan komersial strategis dengan anak usaha Amazon. Menurut formulir 8-K 3M kepada SEC, 3M menerbitkan waran kepada anak usaha Amazon lainnya atas hingga 3.162.015 saham 3M dengan harga pelaksanaan $164,89 per saham selama tujuh tahun. Sebanyak 85% waran menjadi hak penuh seiring pembayaran Amazon untuk produk konektivitas optik dan produk pusat data lainnya, dengan vesting penuh saat pembayaran kumulatif mencapai $6 miliar. Sumber yang dikutip tidak mengaitkan kesepakatan ini secara langsung dengan pergerakan saham AMZN.
Analisis Saham AMZN: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan pendapatan AWS berakselerasi menjadi 47% pada 2027, menurut StockStory.
- Pada kuartal II, pendapatan Amazon naik 19,6% secara tahunan menjadi $200,6 miliar dan AWS tumbuh 37%, di atas ekspektasi 31%, dilansir StockStory.
- Volume 56,1 juta saham, 60,40% di atas rata-rata, mencerminkan partisipasi pasar yang jauh lebih besar dari biasanya pada sesi ini.
Risiko
- Laba per saham GAAP kuartal II sebesar $5,75 terdongkrak keuntungan non-operasional satu kali senilai $53,4 miliar dari investasi Amazon di Anthropic, menurut StockStory.
- Panduan pendapatan untuk kuartal berikutnya yang diberikan Amazon berada sedikit di bawah perkiraan analis, dilansir StockStory.
- Menurut Stocktwits, pelaku pasar masih mempertanyakan keberlanjutan belanja AI, dan investor menanti laporan keuangan Meta dan Tesla pekan ini sebagai tolok ukur pertumbuhan AI.
Amazon dijadwalkan membahas hasil keuangan kuartal III 2026 dalam conference call pada 29 Oktober 2026 pukul 17.00 waktu New York, menurut pengumuman Amazon.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
- 3M Company Form 8-K, 19 Oktober 2026 (U.S. Securities and Exchange Commission)
- Amazon will share its Q3 2026 earnings on October 29 (About Amazon)
- Why Amazon (AMZN) Stock Is Up Today (StockStory)
- Nasdaq 100 Sees Best Day In Nearly A Month As AI Rout Cools: AMZN, BE, CRWV, AAPL, PLTR In Focus (Stocktwits)
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












