Gotrade News - Saham sektor antariksa AS kompak terkoreksi pada Senin setelah ledakan roket New Glenn milik Blue Origin pada Jumat lalu. Redwire (RDW) turun 15,83 persen, Rocket Lab (RKLB) melemah 14,70 persen, dan Intuitive Machines (LUNR) anjlok 12,82 persen.
Pelemahan dipicu kekhawatiran investor terhadap keselamatan peluncuran roket di seluruh industri antariksa AS. Tekanan diperberat oleh downgrade analis Jefferies terhadap Redwire dan profit taking setelah reli tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Poin Utama
Tiga emiten antariksa AS tumbang dua digit setelah ledakan uji statis New Glenn di Florida.
Jefferies menurunkan rating Redwire dari buy menjadi hold dengan target harga baru 24 dolar AS.
Sentimen negatif menutupi kabar kontrak NASA pekan sebelumnya untuk program eksplorasi bulan.
Menurut Insider Monkey, Redwire ditutup pada 20,68 dolar AS per saham setelah Jefferies memangkas rekomendasinya. Jefferies justru menaikkan target harga dari 13 menjadi 24 dolar AS, mencerminkan potensi upside 51,6 persen dari level saat itu.
Alasan downgrade berfokus pada valuasi, bukan fundamental. Jefferies menyoroti lonjakan harga saham tiga kali lipat secara year-to-date dan dua kali lipat secara bulanan yang sebagian besar didorong ekspansi multiple.
Dilansir Jefferies, reli Redwire dinilai sudah memperhitungkan prospek pertumbuhan perusahaan sehingga ruang kenaikan jangka pendek menjadi terbatas. Analis menekankan Redwire masih merugi dan harus membuktikan kemampuan mengonversi backlog pesanan menjadi pendapatan serta laba.
Ledakan New Glenn Menekan Sentimen Sektor
Melansir Insider Monkey, Rocket Lab ditutup pada 122,39 dolar AS per saham, menandai pelemahan tiga hari berturut-turut. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan koreksi Planet Labs (PL) dan Intuitive Machines saat investor menarik diri dari risiko sektor.
Pemicunya adalah ledakan New Glenn milik Blue Origin saat uji hot fire mesin di lokasi peluncuran Florida pada Jumat. Ledakan tersebut dilaporkan menghasilkan gelombang kejut setara gempa berkekuatan 2,5 magnitudo.
Kabar positif sebelumnya gagal menahan tekanan jual. Pekan lalu NASA mengumumkan kontrak eksplorasi bulan kepada sejumlah perusahaan sektor antariksa, termasuk pemain papan atas seperti Boeing (BA).
Rocket Lab juga merampungkan akuisisi Motiv Space Systems yang kini berganti nama menjadi Rocket Lab Robotics. Perusahaan California ini fokus pada sistem robotik untuk wahana antariksa dan memperluas portofolio RKLB menuju solusi misi Mars dari hulu ke hilir.
Intuitive Machines Ikut Terseret
Menurut Insider Monkey, Intuitive Machines ditutup pada 38,21 dolar AS per saham setelah anjlok 12,82 persen. Saham LUNR jatuh bersama emiten antariksa lain di tengah kekhawatiran keselamatan peluncuran.
Sektor antariksa kembali memberikan pengingat bahwa risiko teknis dapat merembet ke seluruh emiten secara bersamaan. Pelaku pasar tampak memilih sikap berhati-hati hingga ada kejelasan investigasi insiden Blue Origin.
Pada Mei lalu, Intuitive Machines mengamankan dua kontrak NASA senilai 20 juta dolar AS. Kontrak tersebut mencakup operasi Lunar Reconnaissance Orbiter Camera dan instrumen ShadowCam, termasuk layanan pencitraan, penyimpanan data, serta dukungan misi.
Bagi investor jangka panjang, koreksi sektor antariksa dapat membuka ruang akumulasi pada emiten dengan backlog dan kontrak pemerintah yang kuat. Namun volatilitas tinggi membantu mengingatkan pentingnya diversifikasi serta toleransi risiko yang memadai sebelum masuk ke sektor ini.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.