Saham Apple (AAPL) Naik 0,2%, Ini Sentimennya (7 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Naik 0,2%, Ini Sentimennya (7 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) naik 0,22% ke $333,63 pada sesi 6 Oktober 2026, tertinggal dari kenaikan Nasdaq 0,45%.
  • Sentimen datang dari laporan kemitraan Apple dengan LG Electronics untuk perangkat rumah pintar menjelang peluncuran produk 13 Oktober 2026.
  • Volume perdagangan 24,60% di bawah rata-rata, dan saham berada 3,39% di bawah level tertinggi 52 minggu.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) naik 0,22% atau $0,74 ke $333,63 pada sesi Selasa, 6 Oktober 2026 waktu New York. Saham Apple naik tipis di tengah laporan kemitraan dengan LG Electronics untuk perangkat rumah pintar, menjelang peluncuran produk rumah Apple pada 13 Oktober 2026.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$333,63
Perubahan+$0,74 (+0,22%)
Penutupan sebelumnya$332,89
Harga pembukaan$332,28
Rentang harian$330,62 hingga $334,38
Volume30,4 juta saham
Rata-rata volume 30 hari40,3 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $345,34
Kapitalisasi pasar$4,86 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 5.968.000 per saham (kurs Rp 17.888 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.888 per dolar AS: Yahoo Finance, 6 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Gotrade Daily: Saham AI Tertekan, Malam Ini Delta Lapor

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Saham Apple dibuka di $332,28 dan bergerak di rentang $330,62 hingga $334,38 sepanjang sesi. Harga penutupan berada $3,01 di atas level terendah harian, sehingga saham ditutup di paruh atas rentang hari itu.

Aktivitas perdagangan relatif sepi. Volume tercatat 30,4 juta saham, atau 24,60% di bawah rata-rata 40,3 juta saham, sehingga kenaikan ini tidak disertai lonjakan volume saham.

Kenaikan Apple tertinggal dari pasar secara umum. Nasdaq Composite naik 0,45% ke 27.599,89, S&P 500 menguat 0,58% ke 7.818,93, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,49% ke 51.521,28, sehingga AAPL tertinggal 0,23 poin persentase dari Nasdaq. Di antara saham teknologi besar, Microsoft (MSFT) naik 0,78% dan Amazon (AMZN) naik 1,95%, sementara Nvidia hanya bertambah 0,14%.

Baca juga: IPO TRexBio & Retension Dihargai, Bursa Jepang Masih Sepi

Dari sisi makro, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 4,2 basis poin ke 5,27% pada sesi yang sama. Dengan penutupan ini, saham Apple berada 3,39% di bawah level tertinggi 52 minggu di $345,34 dan 37,06% di atas level terendah 52 minggu di $243,42.

Kenapa Saham Apple Naik?

Melansir Stocktwits, yang mengutip laporan Bloomberg News, Apple bermitra dengan LG Electronics untuk mengembangkan perangkat rumah pintar seperti bel pintu video, termostat pintar, kamera keamanan, dan kunci pintar. Apple disebut mengarahkan desain dan rekayasa, sementara LG menangani produksi, merek, dan layanan pelanggan. Aksesori hasil kerja sama ini diperkirakan hadir beberapa bulan setelah peluncuran perangkat inti Apple pada 13 Oktober 2026.

Sentimen kedua datang dari data App Store. Menurut GuruFocus, pendapatan App Store pada September 2026 naik 5% secara tahunan, dengan pertumbuhan kuartal ketiga sekitar 2%. Analis UBS David Vogt mencatat perbaikan itu sebagian datang dari basis perbandingan yang lebih mudah dan menyebut UBS "is not calling it a turnaround", dengan data Oktober dinilai sebagai ujian yang lebih baik.

Langkah ke pasar rumah pintar ini juga menjadi agenda besar pertama di bawah CEO baru. Dilansir Motley Fool, John Ternus resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple pada 1 September 2026.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Kinerja kuartal ketiga fiskal kuat: menurut Motley Fool, pendapatan naik 16% secara tahunan ke $109,4 miliar, didorong penjualan iPhone yang tumbuh 21,7% dan layanan yang tumbuh 12%.
  • Ekspansi ke rumah pintar lewat kemitraan dengan LG Electronics membuka lini produk baru untuk ekosistem HomeKit, menurut laporan yang dikutip Stocktwits.
  • Pendapatan App Store September 2026 tumbuh 5% secara tahunan, membaik dari kuartal sebelumnya menurut data yang dikutip GuruFocus.

Risiko

  • Panduan pendapatan kuartal berjalan hanya 9% hingga 11% akibat kendala pasokan yang diantisipasi, menurut Motley Fool.
  • Ketergantungan pada manufaktur di China di tengah ketegangan geopolitik dan tekanan AS untuk memindahkan produksi ke dalam negeri.
  • UBS belum melihat pemulihan App Store yang pasti, dan Oktober membawa basis perbandingan sekitar 180 basis poin lebih berat serta menjadi bulan penuh pertama perubahan App Store di Uni Eropa.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku