Saham Apple (AAPL) Turun 1,0%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Apple (AAPL) turun 1,00% ke $339,50 pada sesi Selasa, 20 Oktober 2026, saat S&P 500 menguat 0,28%.
- Media keuangan mengaitkan pelemahan ini dengan revisi pandangan Loop Capital yang menilai pemangkasan pengiriman iPhone tampaknya tidak lagi bisa dipulihkan hingga 2027.
- Agenda berikutnya adalah iPhone Duo yang masuk toko pada 23 Oktober 2026 dan laporan keuangan Apple pada 2 November 2026.
Gotrade News - Saham Apple (AAPL) ditutup melemah $3,44 atau 1,00% ke $339,50 pada sesi Selasa, 20 Oktober 2026 waktu New York, atau Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Apple turun ketika S&P 500 justru menguat 0,28%, dan media keuangan mengaitkan pelemahan ini dengan revisi pandangan Loop Capital yang menyoroti risiko pengiriman iPhone.
Data Perdagangan Saham AAPL
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $339,50 |
| Perubahan | -$3,44 (-1,00%) |
| Penutupan sebelumnya | $342,94 |
| Harga pembukaan | $339,86 |
| Rentang harian | $338,70 hingga $343,06 |
| Volume | 35,8 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 40,9 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $243,42 hingga $348,15 |
| Kapitalisasi pasar | $4,95 triliun |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 6.125.000 per saham (kurs Rp 18.041 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 18.041 per dolar AS: Yahoo Finance, 20 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.
Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi
AAPL dibuka di $339,86, di bawah penutupan sebelumnya, lalu bergerak dalam rentang $338,70 hingga $343,06. Saham ditutup hanya $0,80 di atas level terendah hariannya, sehingga tekanan jual bertahan hingga akhir perdagangan.
Volume perdagangan tercatat 35,8 juta saham, dengan selisih -12,52% dibandingkan rata-rata 40,9 juta saham. Pelemahan ini terjadi dengan aktivitas yang lebih sepi dari biasanya.
Di tingkat indeks, Nasdaq Composite ditutup di 26.424,82 (-0,02%), S&P 500 di 7.712,57 (+0,28%), dan Dow Jones Industrial Average di 52.495,88 (+1,02%). Selisih kinerja AAPL terhadap Nasdaq Composite tercatat -0,98 poin persentase.
Di antara raksasa teknologi, AAPL melemah lebih dalam dari Microsoft (MSFT) yang ditutup -0,31%, tetapi lebih ringan dari Alphabet (GOOGL) -1,13% dan Meta Platforms (META) -1,59%. Dengan penutupan ini, AAPL berada 2,48% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 39,47% di atas level terendah 52 minggu.
Kenapa Saham Apple Turun?
Media keuangan mengaitkan pelemahan AAPL dengan revisi pandangan Loop Capital terhadap saham Apple pada Selasa, 20 Oktober 2026. Menurut Stocktwits, analis Loop Capital Ananda Baruah semula memperkirakan Apple dapat memulihkan sebagian besar unit yang hilang akibat pemangkasan 10% rencana pengiriman iPhone untuk kuartal September dan Desember hingga 2027, namun kini menyatakan hal itu tampaknya tidak lagi terjadi. Saat laporan tersebut ditulis, Stocktwits mencatat AAPL sudah bergerak melemah di perdagangan pra-pasar.
Laporan yang sama menyebut Apple dikabarkan meminta pemasok memangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro untuk Oktober setidaknya 15%. Dilansir Investing.com, Baruah juga memperkirakan rata-rata harga jual (ASP) iPhone lebih rendah tahun depan, yang menurut Investing.com mengisyaratkan iPhone Duo tidak akan memberi dorongan tambahan.
Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Menurut Investing.com, Apple menyebut pemesanan awal iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya dengan harga mulai $1.999 yang dibuka pada Jumat, 16 Oktober 2026, sangat luar biasa. Estimasi pengiriman online mundur ke akhir Januari 2027 dalam hitungan jam, dan perangkat ini dijadwalkan masuk toko pada Jumat, 23 Oktober 2026.
- Melansir GuruFocus, Apple berencana membelanjakan $100 juta selama tiga tahun dengan Perryman untuk titanium yang ditempa di Houston, Pennsylvania, bagi iPhone Duo dan produk Apple lainnya. Langkah ini bagian dari rencana manufaktur dan inovasi Apple di AS senilai $600 miliar selama empat tahun.
Risiko
- Loop Capital menyoroti risiko terhadap margin kotor Apple akibat kenaikan biaya memori, menurut Stocktwits.
- Evercore ISI mencatat panjangnya estimasi pengiriman iPhone Duo bisa mencerminkan permintaan yang kuat, pasokan yang terbatas, atau keduanya, seperti dilaporkan Stocktwits.
Agenda terdekat, Apple dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal keempat tahun fiskal 2026 pada 2 November 2026, menurut Stocktwits dan Investing.com.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












