Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Netflix (NFLX) ditutup di $68,69 pada sesi Selasa, 20 Oktober 2026, turun 1,66% saat Nasdaq Composite melemah 0,02%.
  • Penurunan terjadi menjelang laporan kuartal ketiga yang dirilis setelah bursa tutup, tanpa pemicu khusus yang dilaporkan untuk sesi reguler.
  • Netflix memproyeksikan pendapatan kuartal keempat $13,44 miliar, di bawah konsensus $13,52 miliar menurut Motley Fool, dan memangkas perkiraan pendapatan iklan 2026 menjadi sekitar $2,7 miliar.

Gotrade News - Saham Netflix (NFLX) ditutup di $68,69 pada sesi Selasa, 20 Oktober 2026 waktu New York (Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB), turun $1,16 atau 1,66%. Saham Netflix turun menjelang rilis laporan kuartal ketiga 2026 yang diumumkan setelah bursa tutup, dan laporan itu memuat proyeksi pendapatan kuartal keempat di bawah perkiraan analis.

Data Perdagangan Saham NFLX

DataNilai
Harga penutupan$68,69
Perubahan-$1,16 (-1,66%)
Penutupan sebelumnya$69,85
Harga pembukaan$69,84
Rentang harian$68,20 hingga $70,66
Volume65,7 juta saham
Rata-rata volume 30 hari35,5 juta saham
Rentang 52 minggu$65,08 hingga $124,86
Kapitalisasi pasar$286,0 miliar
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.239.000 per saham (kurs Rp 18.041 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 18.041 per dolar AS: Yahoo Finance, 20 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NFLX terkini di halaman harga saham Netflix (NFLX) hari ini.

Baca juga: Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Pergerakan Saham NFLX Sepanjang Sesi

Setelah dibuka hampir setara penutupan sebelumnya, NFLX bergerak dalam rentang harian $68,20 hingga $70,66 dan ditutup hanya $0,49 di atas level terendah sesi. Volume perdagangan tercatat 85,16% di atas rata-rata, pada hari yang sama dengan jadwal rilis laporan keuangan perusahaan.

Pelemahan NFLX lebih dalam dibanding pasar yang bergerak campuran. Nasdaq Composite turun tipis 0,02% ke 26.424,82, sementara S&P 500 naik 0,28% ke 7.712,57 dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,02% ke 52.495,88. Artinya, NFLX tertinggal 1,64 poin persentase dari Nasdaq Composite.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar. Meta Platforms (META) turun 1,59%, Alphabet (GOOGL) melemah 1,13%, dan Apple (AAPL) turun 1,00%.

Baca juga: Saham Apple (AAPL) Turun 1,0%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Dekat level terendah 52 minggu. Di level penutupan ini, NFLX berada 44,99% di bawah level tertinggi 52 minggu di $124,86 dan hanya 5,55% di atas level terendah 52 minggu di $65,08.

Kenapa Saham Netflix Turun?

Tidak ada sumber yang kami baca yang menyebut pemicu khusus bagi pelemahan NFLX selama sesi reguler 20 Oktober. Penurunan itu terjadi beberapa jam sebelum Netflix merilis laporan kuartal ketiga 2026, yang menurut Motley Fool diumumkan setelah bursa tutup pada hari yang sama, sehingga pergerakan sesi reguler belum mencerminkan isi laporan tersebut.

Menurut surat Netflix untuk pemegang saham yang dilaporkan ke SEC, pendapatan kuartal ketiga mencapai $12,9 miliar, naik 12% secara tahunan, dengan laba per saham dilusian $0,87 dibanding $0,59 setahun sebelumnya. Motley Fool mencatat laba per saham itu di atas perkiraan $0,82, tetapi proyeksi pendapatan kuartal keempat sebesar $13,44 miliar berada di bawah konsensus analis $13,52 miliar.

Netflix juga memangkas perkiraan pendapatan iklan 2026 menjadi sekitar $2,7 miliar dari sekitar $3 miliar. Menurut perusahaan, penyebabnya adalah peluncuran sebagian kemampuan produk iklan yang sedikit lebih lambat dari perkiraan. Dilansir AFP, co-CEO Greg Peters menyebut Netflix "sedikit tertinggal dari target agresif" untuk iklan tahun ini, meski bisnis itu masih tumbuh. Motley Fool melaporkan saham Netflix melemah dalam perdagangan setelah jam bursa usai laporan tersebut.

Analisis Saham NFLX: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Margin operasi kuartal ketiga naik menjadi 34,6% dari 28,2% setahun sebelumnya, dan menurut Netflix berada di atas perkiraan perusahaan terutama karena waktu pengeluaran. Arus kas bebas kuartal ini tercatat $2,9 miliar, menurut surat pemegang saham.
  • Netflix membeli kembali 63,9 juta saham senilai $4,8 miliar pada kuartal ketiga, terbesar dalam satu kuartal sepanjang sejarahnya, dan masih memiliki sisa otorisasi $22,3 miliar.
  • Menurut AFP, jam tontonan di India naik 24% secara tahunan.

Risiko

  • Proyeksi laba per saham kuartal keempat sebesar $0,67 berada di bawah konsensus $0,73, dan Motley Fool mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal ketiga sebagai yang paling lambat dalam sekitar tiga tahun.
  • Netflix mengakui dalam suratnya, "Kami tahu ada sebagian kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan jam tontonan kami." Co-CEO Ted Sarandos, dikutip AFP, menyebut Netflix "perlu eksekusi yang lebih baik di AS".
  • Perkiraan arus kas bebas 2026 diturunkan menjadi sekitar $12,0 miliar dari $12,5 miliar, yang menurut perusahaan terutama karena perkiraan penyelesaian sebuah transaksi properti pada kuartal keempat.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku