Saham Apple (AAPL) Turun 0,9% ke $343,83 (29 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Turun 0,9% ke $343,83 (29 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) turun 0,94% ke $343,83 pada sesi 28 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite naik 0,27%.
  • GuruFocus mengaitkan pelemahan ini dengan dimulainya pemesanan Mac berchip M6, tanpa menyebut satu pemicu yang jelas.
  • Laporan kuartal IV fiskal 2026 yang menurut TheStreet dijadwalkan pada 2 November menjadi agenda berikutnya bagi saham Apple.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) ditutup turun 0,94% ke $343,83 pada sesi Rabu, 28 Oktober 2026 waktu New York, atau Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Apple turun ketika pasar justru menguat, dengan Nasdaq Composite naik 0,27% pada sesi yang sama. GuruFocus mengaitkan pelemahan ini dengan dimulainya pemesanan Mac berchip M6 tanpa menyebut satu pemicu yang jelas, sementara TheStreet mencatat laporan kuartal IV fiskal 2026 Apple dijadwalkan pada 2 November.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$343,83
Perubahan-$3,27 (-0,94%)
Penutupan sebelumnya$347,10
Rentang harian$343,53 hingga $347,18
Volume35,7 juta saham
Rata-rata volume 30 hari39,1 juta saham
Kapitalisasi pasar$5,02 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.237.000 per saham (kurs Rp 18.140 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.140 per dolar AS: Yahoo Finance, 28 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: ServiceNow Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan Tumbuh 20,5%

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, saham Apple bergerak di rentang $343,53 hingga $347,18 dan ditutup hanya $0,30 di atas level terendah harian, dekat titik terlemahnya hari itu.

Volume perdagangan tercatat 35,7 juta saham, selisih -8,76% dari rata-rata 30 hari sebesar 39,1 juta saham, sehingga penurunan ini terjadi dengan aktivitas yang lebih sepi dari biasanya.

Arah Apple berlawanan dengan indeks utama. Nasdaq Composite naik 0,27% ke 26.549,85, S&P 500 menguat 0,28% ke 7.743,98, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,19% ke 52.475,10. Kinerja Apple tertinggal -1,21 poin persentase dibanding Nasdaq Composite pada sesi ini.

Baca juga: Fortinet Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $2,08 Miliar

Saham teknologi berkapitalisasi besar lainnya bergerak beragam. Nvidia (NVDA) turun 1,17% dan Meta Platforms (META) melemah 1,24%, sedangkan Alphabet (GOOGL) naik 1,34%. Menurut TheStreet, hingga penutupan 27 Oktober saham Apple sudah naik hampir 28% sepanjang 2026.

Kenapa Saham Apple Turun?

Sumber yang dikutip artikel ini tidak menyebut satu pemicu yang jelas di balik penurunan saham Apple pada 28 Oktober, sehingga pergerakannya perlu dibaca bersama pasar yang menguat dan saham teknologi besar yang bergerak beragam.

Menurut siaran pers Apple tertanggal 27 Oktober, iMac dengan chip M6 dibanderol mulai $1.499 di AS, pemesanannya dibuka 28 Oktober, dan unitnya tersedia mulai Jumat, 6 November 2026. Dilansir GuruFocus, saham Apple sudah turun 0,53% pada pukul 11.05 waktu New York ketika MacBook Pro 14 inci dan iMac versi M6 mulai dipesan, dan media itu menyoroti pertanyaan apakah konsumen akan membeli Mac baru tersebut.

Pada hari yang sama, Apple memperkenalkan notebook layar sentuh pertamanya, seperti dilaporkan Investor's Business Daily, yang menutup rangkaian peluncuran produk musim gugur perusahaan.

Melansir TheStreet, Apple dijadwalkan merilis laporan kuartal IV fiskal 2026 pada 2 November, dengan perkiraan Wall Street sekitar $113,32 miliar untuk pendapatan dan $1,98 untuk laba per saham. TheStreet juga mengutip The Kobeissi Letter bahwa korelasi tiga bulan saham Apple dengan Nasdaq-100 turun ke -0,12 pada Oktober, angka yang menurut TheStreet hanya menandakan hubungan berlawanan yang lemah.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Produk baru: menurut siaran pers Apple, iMac M6 membawa Neural Engine ganda 16 inti yang diklaim hingga 5 kali lebih cepat untuk AI di perangkat dibanding M4, dengan pengiriman mulai 6 November.
  • Arus kas: TheStreet mencatat Apple menghasilkan arus kas operasi $117 miliar dalam sembilan bulan pertama fiskal 2026 dan membeli kembali saham senilai $62,1 miliar.
  • Penjualan iPhone: mengutip Counterpoint Research, TheStreet melaporkan penjualan global iPhone 18 Pro naik 3,1% dalam tiga minggu pertama, dengan China naik 29%.

Risiko

  • Arah estimasi: dalam 90 hari terakhir, analis membuat 16 revisi estimasi ke bawah dan 6 ke atas, menurut TheStreet.
  • Laporan masalah produk: TheStreet melaporkan keluhan retak pada engsel layar iPhone Duo seharga $1.999 yang diluncurkan 23 Oktober, dan Apple menyatakan mengetahui masalah yang memengaruhi sebagian kecil unit.
  • Arah suku bunga: dalam keputusan The Fed pada 28 Oktober, bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75% hingga 4%, dengan dua anggota FOMC memilih kenaikan 0,25 poin persentase, menurut pernyataan resmi FOMC. Pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 5,2 basis poin ke 5,05%.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku