Saham Microsoft (MSFT) Turun 0,1% ke $531,01 (29 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Microsoft (MSFT) Turun 0,1% ke $531,01 (29 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Microsoft (MSFT) turun 0,06% ke $531,01 pada sesi 28 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite naik 0,27%.
  • Sumber yang dirujuk tidak menyebut pemicu khusus pelemahan selama sesi, yang terjadi sebelum Microsoft merilis laporan kuartal I fiskal 2027 setelah bursa tutup.
  • Menurut rilis Microsoft, pendapatan naik 19% menjadi $92,3 miliar dan Azure tumbuh 48%, sementara konsensus Bloomberg yang dikutip Yahoo Finance memperkirakan pendapatan $90,63 miliar.

Gotrade News - Saham Microsoft turun tipis 0,06% ke $531,01 pada penutupan sesi Rabu, 28 Oktober 2026 waktu New York, saat tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat. Saham berkode MSFT itu bergerak datar menjelang laporan keuangan kuartal I fiskal 2027 yang dirilis setelah bursa tutup, dan sumber yang dirujuk artikel ini tidak menyebut pemicu khusus untuk pelemahan selama sesi.

Data Perdagangan Saham MSFT

DataNilai
Harga penutupan$531,01
Perubahan-$0,32 (-0,06%)
Penutupan sebelumnya$531,33
Rentang harian$526,14 hingga $534,57
Volume28,6 juta saham
Rata-rata volume 30 hari21,4 juta saham
Kapitalisasi pasar$3,94 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 9.632.000 per saham (kurs Rp 18.140 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.140 per dolar AS: Yahoo Finance, 28 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga MSFT terkini di halaman harga saham Microsoft (MSFT) hari ini.

Baca juga: ServiceNow Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan Tumbuh 20,5%

Pergerakan Saham MSFT Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, saham MSFT bergerak di rentang $526,14 hingga $534,57 dan ditutup $4,88 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan mencapai 28,6 juta saham, 33,93% di atas rata-rata 21,4 juta saham.

Pelemahan tipis itu berlawanan dengan arah pasar. Nasdaq Composite naik 0,27% ke 26.549,85, S&P 500 naik 0,28% ke 7.743,98, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,19% ke 52.475,10, sehingga MSFT tertinggal 0,33 poin persentase dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 5,2 basis poin ke 5,05% pada sesi yang sama.

Saham teknologi besar lain bergerak bercampur. Alphabet (GOOGL) naik 1,34% dan Amazon (AMZN) naik 0,59%, sementara Nvidia (NVDA) turun 1,17%.

Baca juga: Fortinet Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $2,08 Miliar

Kenapa Saham Microsoft Turun?

Tidak ada sumber yang dirujuk artikel ini yang menyebut pemicu khusus untuk penurunan 0,06% selama sesi reguler. Menurut Yahoo Finance, Microsoft, nama perangkat lunak terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, merilis laporan kuartalannya setelah bursa tutup pada Rabu, sehingga isi laporan belum tercermin pada harga penutupan sesi tersebut.

Pada 28 Oktober 2026 setelah bursa tutup, Microsoft merilis laporan kuartal I fiskal 2027 yang berakhir 30 September 2026. Menurut rilis resmi Microsoft, pendapatan naik 19% menjadi $92,3 miliar, laba bersih naik 32% menjadi $36,6 miliar, dan pendapatan Azure tumbuh 48%. Pendapatan Microsoft Cloud mencapai $63,9 miliar, naik 30%.

Menurut Yahoo Finance, konsensus Bloomberg memperkirakan laba per saham $4,73 dan pendapatan $90,63 miliar, sementara laba per saham non-GAAP Microsoft tercatat $4,89. Dalam rilisnya, CFO Amy Hood menyebut hasil kuartal ini melampaui ekspektasi di sisi pendapatan, laba operasional, dan laba per saham. Yahoo Finance juga mencatat saham Microsoft bergerak naik dalam perdagangan setelah jam bursa usai laporan dirilis, yaitu setelah sesi reguler ditutup.

Analisis Saham MSFT: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan Azure tumbuh 48% dan pendapatan Microsoft Cloud naik 30% menjadi $63,9 miliar pada kuartal I fiskal 2027, menurut rilis resmi Microsoft.
  • Nilai kontrak yang belum terpenuhi (remaining performance obligations) naik 73% secara tahunan menjadi $677 miliar, menurut Yahoo Finance.
  • Amy Hood memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Azure 49% hingga 50% secara tahunan pada kuartal II fiskal 2027, dilansir Yahoo Finance.

Risiko

  • Microsoft menyatakan akan mengeluarkan belanja modal lebih dari $50 miliar pada kuartal II dan $170 miliar sepanjang fiskal 2027, menurut Yahoo Finance.
  • Yahoo Finance melaporkan pemesanan baru turun 12% dibanding tahun sebelumnya, dan nilai kontrak yang sudah ditandatangani tertahan di sekitar $677 miliar dibanding kuartal sebelumnya.
  • Pendapatan segmen Devices and Consumer turun 3% menjadi $15,5 miliar menurut rilis Microsoft, dengan pendapatan Windows OEM dan perangkat turun 22% menurut Yahoo Finance.
  • Persaingan layanan cloud tetap ketat. Dilansir AFP, Google melaporkan pendapatan divisi cloud-nya naik dua kali lipat menjadi $30,7 miliar pada kuartal yang sama.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku